Bulog: Harga Gula Operasi Pasar Tak Lebih dari Rp 12.500 per Kg

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga antre membeli sembako saat operasi pasar murah di Kecamatan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, Selasa 21 Mei 2019. Pasar murah yang diadakan Pemerintah Kota Tegal menyediakan sebanyak 8.000 kantong berisi minyak, beras dan gula pasir dengan harga Rp30 ribu per kantong sebagai upaya meredam harga-harga kebutuhan pokok di pasaran yang merangkak naik jelang Lebaran mendatang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Warga antre membeli sembako saat operasi pasar murah di Kecamatan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah, Selasa 21 Mei 2019. Pasar murah yang diadakan Pemerintah Kota Tegal menyediakan sebanyak 8.000 kantong berisi minyak, beras dan gula pasir dengan harga Rp30 ribu per kantong sebagai upaya meredam harga-harga kebutuhan pokok di pasaran yang merangkak naik jelang Lebaran mendatang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog pada hari ini melakukan kegiatan operasi pasar khusus gula di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Operasi pasar dilakukan untuk menstabilkan harga gula yang saat ini masih di atas harga eceran tertinggi atau HET pemerintah yakni Rp 12.500 per kilogram.

    Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan bahwa pihaknya menyalurkan gula dengan harga Rp 11.000 per kilogram ke pedagang eceran. Dengan begitu, diharapkan harga gula di tingkat konsumen tidak lebih dari Rp 12.500 per kilogram.

    Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas menjelaskan, sebelum-sebelumnya harga gula pasir bisa mencapai Rp 17.000 per kilogram. "Mulai hari ini kita berharap tidak ada lagi (harga gula di atas HET) karena Bulog menyalurkan harga gula ke pedagang eceran Rp 11.000 per kilogram," katanya di sela-sela operasi pasar, Jumat, 15 Mei 2020.

    Meski begitu, kata Buwas, Bulog juga memberikan kesempatan pedagang mendapat keuntungan. "Meskipun tidak banyak."

    Buwas mengatakan kegiatan stabilisasi harga yang bekerja sama dengan para pedagang pasar ini untuk menjamin harga gula nasional stabil hingga di tingkat konsumen. Operasi pasar juga serentak dilaksanakan di seluruh pasar Indonesia mulai hari ini hingga Lebaran.

    Dalam kesempatan ini, Bulog menyalurkan gula sebanyak 200 kilogram ke masing-masing toko. Jika stok itu habis, Bulog akan segera memasok kembali agar stok melimpah.

    Kenaikan harga gula pasir di tingkat konsumen terjadi sejak menjelang bulan Ramadan dan kini mencapai Rp 19.000 per kilogram. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional per hari ini, sudah mencapai Rp 17.400 per kilogram. 

    Dengan stok yang dikuasainya, Perum Bulog sangat optimis dapat menekan harga gula kembali ke HET Rp 12.500 per kilogram. "Setiap pedagang nanti kita mintakan surat pernyataannya untuk menjual maksimal seharga HET Rp 12.500 per kilogram. Dan jika ada yang melanggar, kita akan laporkan kepada Satgas Pangan," kata Buwas.

    Gula yang digelontorkan oleh Bulog dalam operasi pasar ini merupakan stok dari 22.000 ton gula kristal putih yang baru saja didatangkan dari India, guna mengisi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Impor gula tersebut baru sebagian dari izin impor yang diberikan kepada Bulog total 50.000 ton. Impor gula ini merupakan penugasan dari hasil rapat koordinasi terbatas Kemenko Perekonomian untuk stabilisasi harga gula pasir.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?