Salah Satu Lokasi Cetak Sawah Baru Jokowi di Pulang Pisau Kalteng

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bersama TNI, Aceh Besar Cetak Sawah Baru 200 Ha

    Bersama TNI, Aceh Besar Cetak Sawah Baru 200 Ha

    Program cetak sawah adalah andalan baru Jokowi untuk menghadapi potensi kelangkaan pangan di tengah pandemi Covid-10. Sejak 4 Mei 2020, Kementerian Pertanian menyatakan tengah mempersiapkan kerja sama pembukaan lahan pertanian atau cetak sawah seluas 600 ribu hektare dengan BUMN.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Presiden Jokowi telah meminta agar BUMN mengoptimalkan lahan gambut menjadi sawah. "Kurang lebih ada 600 hektare lahan yang disiapkan, terdiri atas 400.000 hektare lahan gambut dan 200.000 hektare lahan kering," kata Mentan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR secara virtual di Jakarta, Senin 4 Mei 2020.

    Adapun salah satu BUMN yang akan dimanfaatkan lahannya untuk ditanami tanaman pangan yakni milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). "Kita akan gunakan lahan-lahan itu bersama BUMN agar lahan yang belum ditanami, misalnya PTPN bisa diintervensi dengan (penanaman) jagung, padi, dan sebagainya," kata Syahrul.

    Adapun sampai kemarin, Airlangga mengklaim stok pangan sejumlah komoditas masih terjaga. Airlangga pun merinci rata-rata harga saat ini di pasaran. Di antaranya harga beras medium (Rp 11.750/kg), beras premium (Rp 12.700/kg), gula pasir (Rp 18.050/kg), daging sapi (Rp 117.900/kg), dan  cabai rawit (Rp 34.700/kg), 

    Lalu, cabai merah (Rp 30.600/kg), bawang merah (Rp 48.850/kg), bawang putih (Rp 38.700/kg), minyak curah (Rp 12.200/liter), minyak goreng kemasan (Rp 14.750/liter), daging ayam ras (Rp 28.950/kg), serta telur ayam ras (Rp 25.850/kg).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.