IHSG Ditutup Melemah 2,35 Persen Seiring Pelemahan Bursa Asia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, 4 Mei 2020, memerah seiring pelemahan bursa saham kawasan.

    IHSG ditutup melemah 110,92 poin atau 2,35 persen ke posisi 4.605,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 24,31 poin atau 3,41 persen menjadi 689,33.

    Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, Presiden AS Donald Trump yang kembali menabuh perang dagang dengan Cina menjadi sentimen negatif dari eksternal.

    "Pelemahan IHSG dipengaruhi US-China trade war dan juga wabah Covid-19. Dari domestik, data PMI Manufaktur Indonesia turun signifikan menjadi 27,5, terus turunnya performa data inflasi maupun inflasi inti Indonesia, dan jumlah tourist arrivals yang juga turun signifikan," ujar Nafan.

    Dibuka melemah, IHSG tak mampu beranjak dari zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

    Secara sektoral, seluruh sektor terkoreksi di mana sektor aneka industri turun paling dalam yaitu minus 4,63 persen, diikuti sektor industri dasar dan sektor infrastruktur dasar masing-masing minus 4,2 persen dan minus 3,9 persen.

    Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau "net foreign sell" sebesar Rp 121,53 miliar.

    Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 493.479 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 5,78 miliar lembar saham senilai Rp 5,86 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 286 saham menurun, dan 141 saham tidak bergerak nilainya.

    Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Kospi melemah 52,19 poin atau 2,68 persen ke 1.895,37, indeks Hang Seng melemah 1.029,8 poin atau 4,18 persen ke 23.613,8, dan indeks Straits Times melemah 70,31 poin atau 2,68 persen ke 2.553,92.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.