Bandara Tjilik Riwut Beroperasi dari Jam 5 Pagi hingga 6 Sore

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Youtube.com

    Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Youtube.com

    TEMPO.CO, Palangka Raya - Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kini memiliki jam operasional baru guna optimalisasi layanan dan mendukung pencegahan penyebaran Covid-19.

    "Saat pandemi Covid-19, kami beroperasi dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan kondisi normal," kata Eksekutif General Manager (EGM) AP II Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut Siswanto di Palangka Raya, Sabtu, 11 April 2020.

    Adapun jam operasional terbaru Bandara Tjilik Riwut yang diterapkan pada periode Siaga Covid-19 sesuai NOTAM C0410/20, yakni menjadi 05.00-18.00 WIB terhitung mulai 10 April-11 Mei 2020, dari sebelumnya yaitu 05.00-20.30 WIB.

    Kebijakan itu mendapat persetujuan dari regulator dengan diterbitkannya Notice to Airman (NOTAM) oleh Airnav Indonesia terkait jam operasional bandara. Terdapat 12 bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura II yang dilakukan penyesuaian jam operasional bandara.

    "Meski jam operasional dipersingkat namun bandara akan tetap siaga untuk mengantisipasi sejumlah penerbangan dalam kondisi khusus," katanya.

    Jam operasional dipersingkat saat pandemi Covid-19, namun pengelola Bandara Tjilik Riwut tetap siaga apabila ada pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional, serta membutuhkan bandara untuk mendarat.

    Pengelola Bandara Tjilik Riwut juga siaga jika ada penerbangan terkait medis dan penerbangan logistik khususnya yang mengangkut sampel infection substance Covid-19. Juga tetap dibuka jika ada pesawat yang terpaksa mendarat di luar jam operasional bandara, misalnya karena ada keterlambatan keberangkatan dan lainnya.

    Siswanto mengatakan dipersingkatnya jam operasional dapat menjaga aspek kesehatan 'traveler' atau para penumpang dan personel bandara.

    “Pada masa penuh tantangan akibat mewabahnya Covid-19 ini yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan traveler serta personel bandara," katanya.

    Menurut dia, pihaknya juga sudah melakukan penyesuaian pola operasional dan penyesuaian jam operasional, sehingga memungkinkan diterapkannya konsep bekerja dari rumah dan pembatasan fisik atau jarak bagi personel operasional di bandara.

    "Pengguna jasa bandara juga kami imbau untuk senantiasa memakai masker," katanya Siswanto.

    Dia mengatakan, penetapan pola operasional itu dilakukan dengan mempertimbangkan tren pergerakan penumpang pesawat dan frekuensi penerbangan yang ada. Melalui pola operasional yang ada, maka setiap bandara dapat melakukan optimalisasi terhadap fasilitas dan personel saat pandemi Covid-19.

    Selain itu, tak bisa dipungkiri, akibat pandemi Covid-19 saat ini terjadi tren penurunan terhadap berbagai aktivitas di Bandara Tjilik Riwut, seperti pergerakan pesawat hanya sebanyak 6-10 per hari, penumpang berkisar 300-500 orang, rute penerbangan yang hanya menyisakan tujuan Jakarta dan Surabaya. Jika dipersentasekan maka penurunan mencapai 60-70 persen.

    "Untuk rute penerbangan ke daerah lainnya dihentikan sementara. Jadi saat ini hanya ada rute Jakarta dan Surabaya," kata Siswanto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?