Darurat Corona, Penjualan Sayur dan Buah TaniHub Melonjak

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berbincang dengan penjual sayur saat inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 31 Januari 2020. Sidak tersebut bertujuan meninjau harga serta ketersediaan kebutuhan pokok di pasar. ANTARA/ZABUR KARURU

    Menteri Perdagangan Agus Suparmanto berbincang dengan penjual sayur saat inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar di Pasar Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 31 Januari 2020. Sidak tersebut bertujuan meninjau harga serta ketersediaan kebutuhan pokok di pasar. ANTARA/ZABUR KARURU

    TEMPO.CO, Jakarta - Startup agritech TaniHub Group mengungkapkan, saat ini terjadi lonjakan yang cukup tajam untuk penjualan sayur dan buah. Hal itu adalah dampak dari kebijakan pemerintah yang mengarahkan seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, guna mengurangi potensi penyebaran virus corona.

    "Penjualan buah, sayur, dan hasil tani pada TaniHub Group mengalami peningkatan tajam, karena komoditas pertanian ini adalah kebutuhan dasar," kata VP of Corporate Service TaniHub, Astri Purnamasari ketika dihubungi Tempo, Senin 23 Maret 2020.

    Selain sayur dan buah, Astri menuturkan, komoditas lain juga mengalami peningkatan penjualan yang signifikan seperti produk tanaman herbal dan produk yang bermanfaat untuk meningkatkan imun tubuh.  "(Seluruhnya), lonjakan sekitar 15-20 persen," tuturnya.

    Dalam memenuhi permintaan yang meningkat saat ini, Astri mengatakan, pihaknya tak mengalami kendala apapun, seperti dari penyediaan stok ataupun dari pengiriman. Sebab, TaniHub telah mengalokasikan capex perusahaannya untuk meningkatkan kapasitas persediaan barang, mulai infrastruktur dan menambah armada antarnya.

    "Langkah ini kami fokuskan untuk investasi yang memberikan dampak langsung terhadap ketersediaan produk dan layanan kepada masyarakat," ucap Astri.

    Selama  masa pembatasan interaksi sosial atau social distancing yang ditetapkan pemerintah sehubungan dengan masa darurat corona, TaniHub juga telah menerapkan kebijakan baru untuk melindungi keselamatan serta kesehatan karyawannya. Menurut dia, hal itu tidak akan mengganggu pelayanan yang diberikan. "Malah meningkatkan layanan kami, khususnya kepada pembeli skala B-to-C atau rumah tangga," tuturnya.

    Sebelumnya, TaniHub telah membuka cabang serta gudang (warehouse) baru di Badung, Bali, dan berencana untuk merambah ke Sulawesi dan Kalimantan. Adapun saat ini Tanihub telah mempunyai cabang di Bogor, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.