6 Nasehat Perencana Keuangan di Masa Wabah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prita Hapsari Ghozie, perencana keuangan independen, di acara peluncuran buku

    Prita Hapsari Ghozie, perencana keuangan independen, di acara peluncuran buku "MoneySmart Parent" yang ditulisnya bersama presenter Nadia Mulya di Jakarta Selatan, Rabu 16 Oktober 2019. (Tempo/Silvy Riana Putri)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perencana keuangan Prita H. Ghozie membagikan tips mengelola keuangan di masa krisis ekonomi. Founder & Director, ZAP Finance ini merespons pertanyaan teman-temannya yang sudah berumah rumah tangga. 

    "Aku jadi teringat momen saat masih mahasiswa dulu, sempat ngalamin masa after 1998 yang cukup menantang bagi banyak rumah tangga. Memang, dampak langsung dari situasi kritis seperti ini adalah keuangan yang berpotensi jadi tidak sehat," kata Prita dalam akun Instagramnya @pritaghozie pada Ahad, 22 Maret 2020.

    Kendati begitu, dia mengingatan untuk jangan panik, karena overthinking bisa menyebabkan panic buying yang pada akhirnya bikin barang-barang langka oleh oknum yang mau cari untung dalam kondisi saat ini.

    Adapun tips dari Prita di masa wabah corona, yaitu:

    1. Evaluasi sumber penghasilan
    Kebijakan WFH dan batasan kegiatan operasional bisa berdampak atas take home pay. Pekerja lepas bahkan pekerja mandiri bisa mengalami penurunan drastis di pemasukan. Saat gajian, segera pisahkan di tiga pos, yaitu Living - Saving - Playing.

    2. Atur ulang bujet rumah tangga Prioritaskan kebutuhan utama seperti pengeluaran pokok. Jangan panik karena bisa membuat pembelanjaan yang tidak mindful. Post Living mungkin naik, tetapi jatahnya ambil dari Playing. Jika mau donasi, ikut gerakan traktir, dan lain lain, jujur lakukan sesuai kemampuan finansial.

    3. Dana Darurat is KING
    Hindari praktik spekulasi demi mengharap keuntungan di masa depan saat kas tidak memadai. Di masa kritis, upayakan dana darurat dicukupkan hingga 12 kali pengeluaran rutin bulanan terutama untuk yang punya tanggungan dan non-karyawan. Simpan di tabungan terpisah dan RDPU jika jumlahnya diatas 3 kali pengeluaran rutin bulanan.

    4. Jika Perlu Jual!
    Cara menambah kas dana darurat dengan cepat adalah menjual barang yang bersifat tersier dan jarang terpakai. Opsi gadai bisa diper- timbangkan dalam kondisi mendesak, pinjaman dana tunai adalah yang terakhir.

    5. Cari Aktivitas Free
    Selama masa kritis upayakan mengisi aktivitas yang minim modal. Ikutan kelas LivelG atau Kuliah Whatsapp gratis hanya bermodal kuota, olahraga, dengerin podcast free, maskeran atau baca buku. Sisa cashflow gunakan untuk investasi dan donasi.

    6. Tunda Pembelian dengan Sistem Cicilan
    Meski sudah lama direncanakan, tunda pembelian barang non-pokok secara cicilan agar mengurangi porsi kewajiban bulanan di masa kritis.

    "Nanti, saat kondisi pulih, bisa beli lagi kok," kata dia.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.