Sri Mulyani: Wisma Atlet Paling Siap Tampung Pasien COVID-19

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan pidato pada acara Mandiri Investment Forum 2020 Indonesia : Advancing Investment-Led Growth, di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan pidato pada acara Mandiri Investment Forum 2020 Indonesia : Advancing Investment-Led Growth, di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, merupakan salah satu tempat yang paling siap menampung pasien positif virus corona atau COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala. Alasannya wisma Atlet memiliki fasilitas yang lengkap.

    “Saat ini masih belum digunakan sehingga itu tempat paling siap dari sisi fasilitas listrik, air, tempat tidur dan lainnya sudah ada di sini,” kata Sri Mulyani dalam pemaparan kinerja APBN Februari 2020 melalui konferensi video di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020.

    Rencana itu dilakukan jika rumah sakit rujukan tidak bisa menampung pasien mengidap virus corona jenis baru itu termasuk yang positif COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala.

    “Yang penting mereka harus isolasi diri supaya tidak menularkan kepada pihak lain, jadi dibutuhkanlah suatu tempat dan Wisma Atlet yang kemarin digunakan untuk Asian Games,” ujarnya.

    Sri Mulyani menjelaskan nantinya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengoordinasikan pemanfaatan Wisma Atlet sebagai salah satu pusat instalasi untuk mengisolasi pasien positif COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala sakit.

    Nantinya, pelayanan bagi para pasien itu akan didukung oleh petugas medis dari rumah sakit yang ditugaskan.

    Kementerian Kesehatan melalui lamannya menyebutkan hingga saat ini sudah ada 227 rumah sakit rujukan. Sejak pertama kali diumumkan pemerintah terkait pasien virus corona atau COVID-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020, hingga saat ini sudah ada 227 kasus positif, 19 di antaranya korban meninggal dunia.

    Kemenkes sudah memeriksa 1.372 orang per Rabu ini, 1.178 orang di antaranya negatif dan 22 sampel masih diperiksa. Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan juga mencatat ada sembilan orang dinyatakan sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.