Jemput Jemaah Umrah dari Arab Saudi, Garuda Rela Terbang Kosong

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah haji melakukan sujud syukur setibanya di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad, 18 Agustus 2019. Jemaah haji kloter pertama dari berbagai daerah mulai tiba di Tanah Air. ANTARA

    Jemaah haji melakukan sujud syukur setibanya di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Ahad, 18 Agustus 2019. Jemaah haji kloter pertama dari berbagai daerah mulai tiba di Tanah Air. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan bahwa maskapainya siap terbang dengan pesawat kosong dari Indonesia, untuk menjemput dan membawa pulang jemaah umrah yang batal beribadah di Arab Saudi. Hal ini terpaksa  dilakukan menyusul kebijakan luar negeri yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi yang menghentikan layanan umrah demi mencegah penyebaran virus corona.

    "Garuda tetap berkomitmen bawa pulang mereka, jadi kami akan pergi kosong dan membawa pulang jemaah yang sudah di sana," ujar Irfan di Kantor Garuda Indonesia, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.

    Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan untuk menangguhkan sementara penerbitan visa kunjungan ke Tanah Suci guna mencegah penyebaran Virus Corona. Keluarnya kebijakan itu membuat maskapai mempertanyakan nasib penumpang yang sudah memiliki visa umrah dan jadwal penerbangan.

    Saat ini, kata Irfan, sudah ada jemaah umrah yang tidak bisa berangkat ke Arab Saudi lantaran kebijakan tersebut. Padahal, ia mengatakan, sempat ada jemaah yang bisa berangkat ke Tanah Suci pada hari ini. "Sebelumnya ada beberapa penerbangan yang sudah berangkat, tapi saya baru dapat informasi ada penerbangan yang ditolak dan tidak boleh berangkat, ini perlu kami sikapi," kata Irfan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.