Cucunya Umur 17 Tahun Masuk Forbes, Luhut: Saya Bangga Pada Faye

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi Kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi Kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan memperkenalkan cucunya, Faye, kepada publik. Luhut mengenalkan cucunya tidak secara langsung melainkan melalui unggahan komentarnya di akun Instagram.

    "Suatu kebanggaan tersendiri untuk saya sebagai kakek dari seorang anak perempuan belia bernama Faye, yang mendidikasikan cita cita hidupnya untuk membuat sebuah "Rumah" perlindungan bagi anak-anak dari bahaya kejahatan perdagangan manusia dan kekerasan seksual," ujar Luhut di aku Instagramnya.

    Pada postingan lainnya, Luhut menulis apa yang membuat dirinya bangga terhadap Faye. "Saya bangga dengan Faye @chocodaawg , cucu saya yang paling besar ini. Karena dia melakukan betul apa yang kami ajarkan, yaitu “giving back”. Jangan mau menerima saja, tapi kita juga musti mau memberi. Inilah salah satu nilai kehidupan yang kami tanamkan pada anak-anak dan cucu-cucu di keluarga kami" tulis Luhut.

    Luhut menambahkan bahwa konteks memberi tidak selalu mengenai uang. "Tapi bisa juga memberikan hati, pikiran, waktu, tenaga kita, atau apa saja. Intinya, tidak ada ruginya membantu orang lain, siapa pun dia, apa pun latar belakangnya. Karena ini soal kemanusiaan."

    Menurut Luhut dengan memberi sebenarnya kita belajar untuk tidak rakus. Saya ingin keluarga saya memiliki karakter yang mampu mengendalikan "appetite" atau hasrat pribadi.

    Tentang mengenai Faye, Luhut tidak terbayang cucunya itu bisa menjadi seperti sekarang ini. "Faye mulai menjadi aktivis di bidang "child trafficking" sejak usia 11 tahun. Bahkan sebelumnya, di usia 8 tahun dia melakukan "fund raising" untuk anak-anak korban meletusnya Gunung Merapi di 2010," papar Luhut.

    "Baru beberapa hari ini saya kaget juga dia bisa raising fund dari berbagai macam sumber dan mendapatkan hampir Rp 1 milyar untuk membantu anak-anak korban pelecehan seksual.Yang saya takutkan bukanlah bidang yang dia pilih. Tapi saya lebih khawatir Faye menjadi lebih cepat dewasa. Inilah PR kami, terutama orang tuanya, untuk menjaga Faye," tulis Luhut.

    Luhut pun berpesan bagi setiap anak muda yang ingin menjadi seperti Faye atau bahkan lebih hebat darinya. "Just do the right things when you believe it." Tanya hatimu yang paling dalam, apakah benar saya melakukan ini atau tidak. Kalau kau yakin, maka kerjakanlah!"

    Forbes Indonesia memasukkan nama Faye ke dalam daftar 30 Social Entrepreneur & Philanthropy berusia di bawah 30 tahun atau Forbes Indonesia 30 Under 30 2020. Faye Simanjuntak, 17, adalah Cofounder, Rumah Faye.

    Pada 2013 saat berusia 11 tahun, pemilik akun @chocodaawg ini bersama ibunya, Uli Pandjaitan, meluncurkan @rumahfaye, sebuah organisasi yang didirikan untuk melawan perdagangan anak dan pelecehan seksual.

    Saat berusia 9 tahun, cucu Luhut ini untuk pertama kalinya terlibat dengan isu tersebut dan mengetahui banyak anak seusia dengannya menjadi korban.

    Mengutip UNICEF, Forbes Indonesia menyebutkan selain terdapat korban perdagangan manusia dan prostitusi, Indonesia juga menjadi tujuan dan persinggahan warga negara tetangga yang menjadi korban perdagangan manusia. Rumah Faye telah menyelesaikan 90 kasus di sejumlah wilayah di Indonesia.

    Dalam kegiatannya Rumah Faye menjalankan strategi pencegahan, penyelamatan, dan rehabilitasi. Rumah Faye meningkatkan kesadaran tentang perdagangan anak dan prostitusi anak. Rumah Faye tercatat pernah membebaskan para korban yang terjebak dalam pelacuran - seperti di Batam melalui kerja sama dengan polisi setempat.

    Rumah Faye juga menyediakan tempat penampungan dan rumah aman bagi para korban, serta pelatihan keterampilan untuk anak-anak. Di sisni, para korban mendapat layanan konseling dan terapi seni termasuk membuat karya keramik atau tembikar, melukis, merajut dan menjahit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.