BNI Patok Pertumbuhan Kredit Tahun Ini Paling Tinggi 12 Persen

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jajaran dewan direksi baru PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selepas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Menara BNI, Jakarta. Kamis, 20 Februari 2020. Tempo/Caesar Akbar

    Jajaran dewan direksi baru PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk selepas Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Menara BNI, Jakarta. Kamis, 20 Februari 2020. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, JakartaWakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI Anggoro Eko Cahyo berujar perseroan menargetkan pertumbuhan kredit tahun 2020 sebesar 10-12 persen. Ketimbang target awal tahun lalu yang sebesar 15 persen, target tersebut lebih rendah.

    "Kalau dibanding tahun lalu, ini lebih konservatif, angka itu sudah mempertimbangkan dampak virus Corona," ujar Anggoro di Menara BNI, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020.

    Ia mengatakan perusahaan akan tetap melakukan ekspansi, namun pada tingkatan yang aman alias prudent. "Kami menyiapkan strategi menghadapi situasi terburuk," ujarnya.

    Pasalnya, ia melihat ada potensi negatif dari virus Corona terhadap sektor manufaktur dan kesehatan, mengingat banyaknya impor dari Cina. Belum lagi sektor pariwisata dan perhotelan yang tertekan. Dalam kondisi itu pun, ia memperkirakan rasio kredit macet alias NPL akan berada di kisaran 2,0-2,2 persen.

    Direktur Human Capital dan Kepatuhan Bob Tyasika Ananta mengatakan perseroan masih akan melakukan kajian terhadap dampak dari penyebaran virus Corona tersebut. Namun, koridor pertumbuhan kredit yang dipatok perseroan memang di kisaran 10-12 persen.

    "Saat ini imbas Corona masih belum final, kira-kira dampaknya seperti apa tentu akan kami tinjau. Jadi konteksnya memang masih dalam kajian," ujar Bob.

    Ia memperkirakan perlambatan itu memang terjadi, namun seberapa besar perlambatannya masih akan dikaji. Sebagai panduan, ia akan melihat referensi-referensi, misalnya kajian dari ekonom.

    "Kalaupun ada review, misal ekonom bilang kalau Cina turun pertumbuhannya satu persen dampak ke Indonesia 0,3 persen, itu kalau refer waktu SARS," tuturnya. "Kalau sekarang plus minus itu jadi guidance kita untuk kajian, tapi real-nya nanti kita review lagi."

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.