Agar Mendunia, Jokowi Ingin Nikel Dipamerkan di Hanover Messe

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa 11 Februari 2020. Sidang kabinet membahas antisipasi dampak perekonomian global. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa 11 Februari 2020. Sidang kabinet membahas antisipasi dampak perekonomian global. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi ingin agar potensi nikel Indonesia dikenal luas di dunia. Karena itu, ia ingin agar komoditas itu dipromosikan dalam ajang Hanover Messe 2020 yang akan digelar pada 20 - 24 April 2020 di Jerman.

    Saat memimpin rapat terbatas dengan topik persiapan Hannover Messe 2020 dan World Expo Dubai 2020 di Kantor Presiden Jakarta, Jokowi mengatakan ingin menunjukkan Indonesia sebagai negara yang menarik untuk diajak bekerja sama. Kerja sama itu mulai dari pengembangan industri energi ramah lingkungan, biodiesel.  “Dan juga kita memiliki potensi nikel terbesar di dunia yang nanti bisa menghasilkan lithium baterai yang berperan pada energi masa depan,” kata Presiden di Istana Negara, Senin 17 Februari 2020.

    Karena itu, Jokowi menekankan pentingnya persiapan serinci mungkin untuk mengikuti ajang Hanover Messe 2020. Apalagi waktu penyelenggaraannya tinggal 2 bulan lagi. “Tampilkan wajah Indonesia sebagai negara emerging yang telah melakukan transformasi ekonomi ke industri 4.0 yang berbasis riset dan inovasi penting untuk kita tampilkan,” katanya.

    Presiden menambahkan, kali ini Indonesia yang tercatat menjadi negara mitra resmi atau “official partner country” pertama di Asia dalam ajang Honover Messe. Hal ini harus benar-benar dimanfaatkan. “Harus diambil manfaat peluangnya bagi peningkatan ekonomi negara kita. Dan juga sebagai pintu masuk promosi perdagangan pariwisata dan investasi,” katanya.

    Menurut Jokowi, Hanover Messe tahun ini akan diikuti oleh 91 negara dan dihadiri lebih dari 200.000 pengunjung. “Sebanyak 68 persen adalah CEO-CEO perusahaan besar dan diperkirakan akan mendorong sekitar 6,5 juta kontak bisnis,” katanya.

    Hannover Messe merupakan pameran internasional tahunan terbesar di sektor teknologi industri yang berfokus pada isu terkait dengan industrial automation and IT (Industry 4.0), energy and environmental technologies, energy efficiency, research and technology transfer, robotics, cobots atau co-robots, dan isu terkini lainnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara