Anjlok 92,55 Persen, Laba Bersih BTN 2019 Jadi Rp 209 Miliar

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salah satu stan milik Bank BTN dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Ahad, 28 Juli 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Suasana salah satu stan milik Bank BTN dalam acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019, yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Ahad, 28 Juli 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan laba bersih senilai Rp 209,26 miliar pada 2019. Laba bersih BTN ini terhitung terjun bebas hingga 92,55 persen (yoy), dari laba tahun 2018 yang mencapai Rp2,81 triliun.

    Akibat anjloknya laba bersih total ini, laba bersih saham BTN pun terkoreksi dari Rp 265 menjadi Rp 20 saja per lembarnya.

    Dalam laporan keuangan 2019 yang dipublikasikan bank BUMN ini di laman IDX pada Sabtu15 Februari 2020, manajemen BBTN melaporkan pendapatan bunga bersih senilai Rp 9,08 triliun. Nilai itu juga terkoreksi 12,41 persen year on year (yoy) dari Rp10,2 triliun pada 2018.

    Sebelumnya, Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury menyebut raihan laba bersih sepanjang 2019 cukup tertekan karena beban pencadangan yang tinggi. Namun, laba 2020 diperkirakan kembali terkerek mendekati Rp 2,8 triliun seperti realisasi pada 2018.

    "Kinerja laba kami tahun ini tentunya akan membaik. Pastinya tumbuh positif dan akan mendekati Rp2,8 triliun," katanya, Selasa 3 Februari 2020.

    Sebetulnya, pendapatan bunga perusahaan mencapai Rp 25,6 triliun, naik dari sebelumnya Rp22,81 triliun. Namun, beban bunga rupiah juga meningkat menjadi Rp16,54 triliun dari 2018 sebesar Rp12,62 triliun.

    Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, kas neto dari aktivitas pendanaan meningkat dari Rp 6,6 triliun menjadi Rp 8,44 triliun. Namun, total kas dan setara kas pada 2019 mencapai Rp 31,25 triliun, menurun dari capaian 2018 yang sebesar Rp 44,71 triliun.

    Total liabilitas BBTN mencapai Rp 287,94 triliun pada tahun lalu, meningkat dari 2018 sebesar Rp 282,59 triliun. Ekuitas yang dapat diatribusikan pemilik hanya terkoreksi tipis menjadi Rp 23,83 triliun dari sebelumnya Rp 23,84 triliun. Jumlah aset perusahaan pun masih meningkat menuju Rp311,77 triliun pada 2019, dari perolehan aset Rp306,44 triliun pada 2018.

    Pada penutupan perdagangan pekan lalu, saham BBTN menguat 0,86 persen atau 15 poin menuju Rp 1.765. Namun, harga saham BTN ini terkoreksi 16,75 persen sepanjang tahun berjalan. Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 18,69 triliun.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.