Garudafood Targetkan Penjualan Naik 15 Persen di Kuartal II

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (kode saham GOOD), salah satu perusahaan makanan dan minuman di Indonesia, hari ini mencatatkan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 10 Oktober 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. (kode saham GOOD), salah satu perusahaan makanan dan minuman di Indonesia, hari ini mencatatkan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Rabu, 10 Oktober 2018. Tempo/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. menargetkan produksi dan penjualan perusahaan bakal naik hingga 15 persen pada kuartal II tahun 2020 ini. "Sementara target kenaikan penjualan Ramadan sekitar 10 persen - 15 persen," kata Head of Corporate and External Relations Garudafood Dian Astriana, Kamis, 13 Februari 2020.

    Perseroan, kata Dian, sebetulnya tidak ingin mematok target tertentu pada tahun ini. Hal itu dikarenakan banyak faktor yang membuat target meleset seperti sebelumnya. "Pastinya kami berharap bisa double digit growth atau setidaknya bisa tumbuh di atas rata-rata industri."

    Meski begitu, menurut dia, perusahaan tetap optimistis. Khususnya untuk periode Ramadan dan Lebaran, perusahaan akan berfokus meningkatkan penjualan pada produk musiman biskuit atau produk dengan kemasan khusus seperti kaleng dan toples plastik.

    Strategi yang akan digenjot Garudafood dalam menjual produk yakni fokus pada produk-produk unggulan yang memiliki nilai tambah untuk konsumen. Tahun ini akan diproduksi varian baru baik di kategori snack, biskuit, confectionery, dan minuman seperti rutin yang sudah dilakukan setiap tahunnya.

    Sebelumnya, PT Kino Indonesia Tbk. memastikan produksi dan penjualan produk minuman akan tumbuh pada kuartal II tahun 2020 yang dibarengi dengan periode Ramadan dan Lebaran. 

    Corporate Finance Director Kino Indonesia Budi Muljono mengatakan dibanding periode biasanya konsumsi minuman ringan akan meningkat sekitar 20 persen. Prediksi ini sudah memasukkan proyeksi pada Ramadan nanti bertepatan dengan mulainya musim panas.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.