Dicecar DPR, Dirut KAI Jelaskan Investasi Rp 3 T di Kereta Cepat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro (kanan) bersama Executive Vice President Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah (kiri) saat Peluncuran Kereta Dharmawangsa di Stasiun Senen, Jakarta, Senin 2 Desember 2019. Kereta Api Dharmawangsa ini memiliki rute Stasiun Senen dan rute akhir Surabaya Pasar Turi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro (kanan) bersama Executive Vice President Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah (kiri) saat Peluncuran Kereta Dharmawangsa di Stasiun Senen, Jakarta, Senin 2 Desember 2019. Kereta Api Dharmawangsa ini memiliki rute Stasiun Senen dan rute akhir Surabaya Pasar Turi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro menjelaskan soal dana investasi di Kereta Cepat Jakarta-Bandung setelah dicecar anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade. Jumlah investasi KAI mencapai Rp 3 triliun atau 25 persen dari kebutuhan dana investasi kereta cepat.

    "Total untuk investasinya kami 25 persen saham, selama pembangunan itu, jadi sambil jalan nyetorlah," kata Edi saat ditemui usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.

    Edi memastikan seluruh setoran dana ini sesuai dengan penugasan dan pemerintah lewat peraturan presiden. "Sesuai Perpres, kami kan memang 25 persen," kata dia. Tahun ini, KAI menyetor dana awal Rp 400 miliar. 

    Sebelumnya dalam rapat ini, anggota DPR Andre Rosiade mempertanyakan Edi soal setoran Rp 3 triliun tersebut. Politikus Partai Gerindra itu protes karena uang KAI ditarik, tapi tidak menjadi operator dari kereta cepat, hasil kerja sama Indonesia-Cina tersebut.

    "Seharusnya kalau memang KAI disuruh taruh uang, harusnya KAI diberikan kesempatan jadi operator," kata Andre.

    Untuk itu, Andre meminta agar rapat berikutnya bersama Komisi VI DPR bisa melibatkan Menteri BUMN Erick Thohir. "Jangan sampai KAI jadi penonton di rumah sendiri, jangan kita kasih kesempatan  Cina saja yang berkuasa di negara kita," kata dia..

    Selain itu, Andre meminta Edi menyampaikan protesnya ini kepada Erick agar dilakukan evaluasi ulang. Terlebih, kata Andre, KAI tak hanya diminta menyetorkan uang, tapi juga masinis.

    FAJAR PEBRIANTO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.