Dirut KAI Beberkan Strategi Dongkrak Penumpang Kereta Api

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang bersiap memasuki KA Jayabaya jurusan Malang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, jumlah penumpang kereta api dalam dua hari pertama masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mengalami penurunan 6-10 persen dibandingkan periode sama tahun lalu karena salah satunya dipengaruhi adanya Tol Jakarta-Cikampek (Japek) yang baru saja dibuka. ANTARA

    Calon penumpang bersiap memasuki KA Jayabaya jurusan Malang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu, 21 Desember 2019. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, jumlah penumpang kereta api dalam dua hari pertama masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mengalami penurunan 6-10 persen dibandingkan periode sama tahun lalu karena salah satunya dipengaruhi adanya Tol Jakarta-Cikampek (Japek) yang baru saja dibuka. ANTARA

    Tempo.Co, Jakarta - Direktur PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Edi Sukmoro, mengklaim perusahaannya berhasil merombak pikiran dan mindset para pegawai. Perombakan terjadi dari mindset semula yang product oriented menjadi service oriented.

    “Sehingga kami mempermudah calon penumpang mendapatkan tiket dengan cara yang gampang sehingga mereka lebih suka naik kereta api,” kata Edi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020.

    KAI hadir dalam rapat ini bersama BUMN sektor transportasi dan logistik lainnya. Selain KAI, hadir pula Perum Damri, Perum PPD, PT Pos Indonesia, dan PT Jasa Marga.

    Saat ini, KAI diketahui terus mengembangkan layanan pemesanan tiket. Salah satu opsi pembelian tiket bisa dilakukan melalui aplikasi seperti Traveloka, maupun aplikasi KAI Access, milik KAI.

    Dalam rapat ini, Edi juga melaporkan bahwa jumlah penumpang yang berhasil mereka angkut pada 2019 mencapai 429 juta orang. Angka ini naik dari tahun 2018 yang hanya 425 juta orang. Lalu, jumlah volume angkutan barang pada 2019 mencapai 47,2 juta ton, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 45,2 juta ton.

    Lalu hingga 2019, jumlah sarana yang dimiliki KAI mencapai 10.219. Jumlah ini terdiri dari lokomotif, kereta api, hingga gerbong untuk angkutan barang. Kemudian, KAI juga memiliki aset 5.069 km, dan jumlah pegawai sebanyak 42.709 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara