2019, Dana Nasabah Tajir Kelolaan Bank Mandiri Tembus Rp 206,8 T

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar (duduk kiri) berfoto bersama jajaran direksi dan komisaris Bank Mandiri saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama Bank Mandiri menggantikan Kartika Wirjoatmodjo yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN. TEMPO/Tony Hartawan

    Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar (duduk kiri) berfoto bersama jajaran direksi dan komisaris Bank Mandiri saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Royke Tumilaar sebagai Direktur Utama Bank Mandiri menggantikan Kartika Wirjoatmodjo yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. membukukan pengelolaan dana nasabah High Net Worth Individuals (HNWI) sepanjang tahun 2019 naik 9 persen ketimbang pencapaian tahun sebelumnya. Hingga akhir tahun lalu, Bank Mandiri mengelola asset under management sekitar 55.500 nasabah HNWI dengan nilai mencapai Rp 206,8 triliun.

    Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menyatakan, berkat kepercayaan nasabah HNWI tersebut, pihaknya juga berhasil membukukan kinerja bisnis yang baik pada tahun 2019. Hal tersebut terlihat dari rasio penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 933,1 triliun atau tumbuh hampir 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    Penghimpunan DPK yang cukup baik itu mendorong Bank Mandiri mampu meningkatkan penyaluran kredit pada tahun lalu menjadi Rp 907,5 triliun, atau tumbuh 10,6 persen secara tahunan. "Sehingga laba bersih kami di akhir tahun lalu tercatat naik hampir 10 persen menjadi Rp 27,5triliun," kata Royke, dikutip melalui keterangan resminya, Sabtu, 8 Februari 2020.

    Untuk mempererat hubungan manajemen dengan nasabah HNWI, Bank Mandiri menggelar serangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2571 di tiga kota besar, juga sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah-nasabah utama perseroan. Ketiga kota tersebut adalah Medan pada 30 Januari 2020, Surabaya 4 Februari, 2020 dan Jakarta pada 6 Februari 2020.

    Royke Tumilaar mengatakan perayaan Imlek menjadi satu momen terbaik bagi manajemen Bank Mandiri untuk mempererat keakraban dengan nasabah utama, sekaligus menyampaikan perkembangan terbaru mengenai perusahaan. "Di event ini kami bisa berkomunikasi langsung dan berbagi informasi terkini dalam suasana pertemanan yang hangat, tanpa formalitas yang mengikat," kata Royke.

    Mengusung tema "Shanghai Tang", perayaan Imlek di 3 kota ini dihadiri total 1.000 nasabah utama dan menampilkan berbagai sajian pertunjukan khas negeri Cina seperti atraksi Barongsai, tradisi Yee Shang atau berbagi makanan dan penampilan artis seperti Yuni Shara, dan Bunga Citra Lestari, serta tarian khas Imlek.

    Bank Mandiri juga menyampaikan apresiasi kepada nasabah bank utama dan nasabah High net worth individuals atas kepercayaan kepada bank pelat merah itu. "Untuk mengelola aset nasabah sehingga bisa memberikan nilai tambah yang optimal," kata Royke.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.