Sri Mulyani: Suara Saya Serak Tak Apa, Asal APBN Tidak Serak

Gestur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri Mulyani mengatakan, secara tahunan belanja negara hanya tumbuh sebesar 4,5 persen, jauh lebih rendah jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tumbuh 11,9 persen. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang berbeda dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada hari ini. Suaranya terdengar parau saat menyampaikan pidato dalam BRI Group Economic Forum di Hotel Ritz Carlton, Rabu, 29 Januari 2020.

Di tengah-tengah sambutan yang menyinggung seputar isu penguatan anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN, Sri Mulyani terdengar berdeham lirih.

Kala itu, ia mengakui suaranya sedang serak. "Kalau suara saya serak tak apa. Asalkan APBN tidak serak," ujar Sri Mulyani berseloroh kepada para tamu yang langsung disambut gelak tawa.

Sri Mulyani berbicara cukup panjang dalam acara itu. Ia menyampaikan arahan sekitar 50 menit tanpa jeda.

Mula-mula, Sri Mulyani menjelaskan soal ketegangan ekonomi yang terjadi pada bulan pertama di awal tahun ini. Ia menyatakan, banyak fenomena yang membuat pelbagai negara di dunia waspada.

Kejadian di awal 2020, menurut dia, mendorong Indonesia untuk merefleksikan peristiwa yang terjadi di tahun sebelumnya. Pada 2019, Indonesia dan negara-negara lain dihadapkan pada situasi global yang penuh ketidakpastian.

Sama halnya dengan 2020, 2019 dimulai dengan peristiwa tegang berupa regangnya hubungan Amerika Serikat dengan beberapa negara mitranya. Kondisi ini diakui telah berdampak langsung pada kebijakan ekonomi dunia.

Medio semester pertama, dunia juga kembali dihadapkan dengan memanasnya politik Hong Kong yang berdampak pada perdagangan global. Bank Dunia bahkan sempat menyampaikan revisi ke bawah terkait ooutlook ekonomi global.

Tak berhenti di situ, peristiwa penyerangan pesawat udara Amerika Serikat terhadap salah satu fasilitas perminyakan dan penyerangan terhadap seorang jenderal di Iran membuat kondisi ekonomi memanas.

"Episode itu memberikan spill over terhadap ekonomi global, baik dari sisi komuditas yang mengalami tekanan, konsumen dan produsen, dan policy respons," tuturnya.

Di tengah situasi global yang memberikan ketidakpastian, Sri Mulyani berharap negara dapat menjaga stabilitas APBN-nya. Ia juga meyakini ekonomi Indonesia masih akan mampu tumbuh di level 5 persen.

Seusai memberikan pidato, Sri Mulyani kemudian melayani wartawan. Belum juga memberikan penjelasan, ia pun tampak kembali batuk. "Boleh saya minum dulu, ya," katanya.






Airlangga Ingatkan Ada Pemda Belum Terapkan Kebijakan Pengendalian Inflasi

9 jam lalu

Airlangga Ingatkan Ada Pemda Belum Terapkan Kebijakan Pengendalian Inflasi

Tekanan pada inflasi diperkirakan masih tinggi, terutama pada akhir tahun, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2022 dan tahun baru.


Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Jumat kemarin 25 November dimulai dari BLT BBM akan cair lagi di bulan depan.


Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

2 hari lalu

Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

Panglima TNI Andika Perkasa bulan depan pensiun. Berapakah batas usia pensiun prajurit TNI, dan berapa besaran gajinya?


Airlangga Pantau Harga dan Stok Pangan di Kalimantan Barat, Antisipasi Inflasi Akhir Tahun

2 hari lalu

Airlangga Pantau Harga dan Stok Pangan di Kalimantan Barat, Antisipasi Inflasi Akhir Tahun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pemantauan langsung terhadap harga dan ketersediaan pasokan sejumlah komoditas pangan


ESDM Bakal Bagikan 680 Ribu Rice Cooker Gratis, Siapa yang Berhak Menerima?

2 hari lalu

ESDM Bakal Bagikan 680 Ribu Rice Cooker Gratis, Siapa yang Berhak Menerima?

ESDM mengklaim penanak nasi listrik yang dibagikan kepada masyarakat itu sudah menggunakan sistem kelistrikan yang andal.


BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

2 hari lalu

BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

BLT BBM merupakan subsidi untuk masyarakat yang diberikan setelah pemerintah mengerek harga Pertalite dan Solar.


APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

2 hari lalu

APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

Sri Mulyani menuturkan defisit APBN akan terjadi sampai akhir tahun, namun angkanya membaik dan masih sesuai dengan target dalam Perpres.


Kekayaan Qatar Bersumber dari Minyak dan Gas

2 hari lalu

Kekayaan Qatar Bersumber dari Minyak dan Gas

Tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar tergolong negara yang kaya minyak dan gas


Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 24 November 2022, dimulai dari Sri Mulyani mempertimbangkan pemberian bantuan PHK.


PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

2 hari lalu

PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

Sri Mulyani menyatakan bahwa data penerimaan pajak penghasilan atau PPh Pasal 21 mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.