Pasar Masih Cemaskan Virus Corona, IHSG Ditutup Melemah

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    Aktivitas di hari pertama perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini parkir di zona hijau. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini, Selasa 28 Januari 2020. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melorot 0,36 persen atau 22,02 poin ke posisi 6.111,18 dari level penutupan sebelumnya.

    Pada perdagangan Senin kemarin, IHSG menutup pergerakannya di level 6.133,21 dengan anjlok 1,78 persen atau 110,9 poin. Artinya, telah terjadi penurunan IHSG dua hari berturut-turut sejak wabah virus corona merebak pekan lalu.

    Pelemahan IHSG terus berlanjut pada Selasa ini dengan dibuka terkoreksi 0,37 persen atau 22,99 poin di posisi 6.110,22. Sepanjang perdagangan, IHSG hanya mampu bergerak pada kisaran 6.065,12-6.112,83.

    Menurut Suria Dharma, Analis Samuel Sekuritas, pelemahan IHSG ini dipengaruhi oleh masih tingginya kekhawatiran pasar seputar wabah virus corona baru di Cina. “Sebab, jika kasus virus corona berkepanjangan, ekonomi Cina akan terdampak dan permintaan komoditas akan menurun,” terang Suria Dharma, seperti dikutip Bloomberg.

    Indonesia pun pasti akan terpengaruh mengingat Cina merupakan salah satu mitra perdagangan terbesar.

    Pada perdagangan Asia, aktivitas perdagangan saham beberapa negara di kawasan ini masih ditutup karena libur Tahun Baru Imlek. Namun, indeks saham negara lain yang telah dibuka memperlihatkan tekanan serupa dengan IHSG.

    Berdasarkan laporan terkini, wabah virus corona yang dimulai di Kota Wuhan di Cina, telah menewaskan 106 orang di hina dan menginfeksi lebih dari 4.520 secara global. Kebanyakan pengidap virus corona berada di Cina.

    "Kekhawatirannya bukan dari tingkat kematian, tetapi seberapa menular virus corona tersebut," tulis ekonom Citi dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters. "Dampak ekonomi akan tergantung pada seberapa sukses wabah ini dapat dibendung," lanjutnya.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.