Imbas Virus Corona, Cina Diprediksi Tumbuh di Bawah 6 Persen

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri juga menyampaikan, realisasi belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.121,1 triliun atau 68,6 persen dari target APBN dan alami pertumbuhan secara tahunan sebesar 4,3 persen, ini lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2018 yakni 19,6 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers tentang realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 per akhir Oktober 2019 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 18 November 2019. Sri juga menyampaikan, realisasi belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.121,1 triliun atau 68,6 persen dari target APBN dan alami pertumbuhan secara tahunan sebesar 4,3 persen, ini lebih rendah dari periode yang sama di tahun 2018 yakni 19,6 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Cina bakal melorot di bawah 6 persen akibat pukulan wabah virus corona. Berkaca pada pengalaman wabah SARS dulu, Sri Mulyani melihat wabah yang terjadi pada satu kuartal memiliki pengaruh hingga dua kuartal setelahnya.

    "Ini menimbulkan pesimisme yang menggulung ekonomi pada Januari ini. Biasanya Tahun Baru Imlek dianggap sebagai salah satu momentum Cina untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya melalui konsumsi," ujar Sri Mulyani, Selasa 28 Januari 2020.

    Dengan merebaknya wabah virus corona tersebut,  Sri Mulyani menilai potensi domestik Cina terutama konsumsi tidak bisa direalisasikan. Akibatnya, laju pertumbuhan ekonomi Cina pun kehilangan momentumnya.

    Potensi perlambatan ekonomi Cina akibat pukulan virus corona ini, kata Sri Mulyani, mesti diwaspadai oleh Indonesia. "Ini menggambarkan bahwa risiko itu bisa unpredictable dan very volatile. Semua negara wajib selalu mewaspadai dan menyiapkan instrumen kebijakan untuk terus bertumbuh," kata dia.

    Sebagai catatan, virus corona adalah adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Beberapa virus corona yang dikenal beredar pada hewan tetapi belum terbukti menginfeksi manusia.

    Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan gejala umum infeksi virus corona antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.