Rudal Iran Tak Menelan Korban, Bursa Saham Wall Street Menghijau

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Pekerja berjalan di dekat monitor pergerakan bursa saham saat pembukaan perdagangan saham tahun 2020 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2020. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sempat tertekan pasca serangan Amerika Serikat yang dibalas Iran, bursa saham Wall Street akhirnya berhasil rebound dan berakhir hijau pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Januari 2020. Reaksi positif pasar ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan Iran tidak menimbulkan korban.

    Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 berakhir naik 0,49 persen di level 3.253,05, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,56 persen ke posisi 28.745,09, dan indeks Nasdaq Composite ditutup menanjak 0,67 persen di level 9.129,24.

    Menanggapi serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS di Irak pada Rabu pagi waktu Baghdad, Trump mengungkapkan bahwa serangan itu tidak melukai warga Amerika. Dia bahkan mengklaim bahwa pemerintah Iran tampak sudah menyerah dan akan menyudahi aksinya.

    Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa negaranya tidak berupaya memunculkan eskalasi. Pernyataan-pernyataan tersebut, termasuk cuitan Trump bahwa "Semua baik-baik saja!" di Twitter juga membantu menenangkan kegelisahan investor.

    Meski ditutup di posisi lebih tinggi, penguatan ketiga indeks saham utama Wall Street terkikis, menyusul laporan adanya ledakan di Baghdad. Baik indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor level tertingginya dalam sesi perdagangan Rabu, tetapi ketiga indeks kemudian memangkas kenaikannya menyusul laporan dua ledakan yang terdengar di Baghdad.

    Pascapenutupan perdagangan, pihak militer Irak menginformasikan bahwa telah jatuh dua roket di dalam Zona Hijau Baghdad kendati tidak menimbulkan korban.

    “Komentar terukur dari pemerintahan Trump yang berpotensi mengurangi reaksi perseteruan adalah sesuatu yang positif, tetapi pasar akan bereaksi terhadap setiap kabar tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah,” terang Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance, North Carolina.

    Pasar global telah diguncang oleh kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan di Timur Tengah pascakematian Mayor Jenderal Iran Qasem Soleimani akibat serangan AS di Irak pada 3 Januari.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ETLE, Berlakunya Sistem Tilang Elektronik Kepada Sepeda Motor

    Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah memberlakukan sistem tilang elektronik (ETLE) kepada pengendara sepeda motor.