AS - Iran Memanas, Luhut Yakin Modal Asing ke RI Tak Terpengaruh

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi Kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi Kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran tidak begitu berpengaruh kepada aliran modal asing ke dalam negeri.

    "Enggak juga (berpengaruh), Jumat besok kami akan menerima Adam dari Inter Development Finance Amerika Serikat di bawah White House, dia akan datang kemari membawa uang untuk investasi di BUMN dan juga di beberapa proyek," kata Luhut di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.

    Luhut tidak memperinci berapa besar modal yang akan masuk, namun ia mengatakan nilainya beberapa miliar dolar. Modal itu direncanakan masuk ke proyek jalan tol, hotel, hingga rumah sakit. Ia mengatakan rincian itu akan diumumkan setelah kunjungan.

    Dengan demikian, ia menegaskan ketegangan antara dua negara itu tak bakal berpengaruh ke Tanah Air. "Di sana tegang, di sini rileks, jangan sedikit-sedikit tegang," ujar dia.

    Sebelumnya, Direktur Riset Center of Reform on Economy atau Core Piter Abdullah memperkirakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran bisa menahan aliran modal asing masuk ke Indonesia.

    "Dalam kondisi ketidakpastian misal adanya ancaman perang, pemilik dana akan menempatkan dananya di tempat paling aman, yaitu Amerika, mereka tidak mau investasi di tempat berisiko, termasuk Indonesia," kata Piter dalam pesan singkat, Ahad, 5 Januari 2020. Ia mengatakan ketegangan geopolitik antara dua negara tersebut merusak sentimen positif yang terbangun pasca adanya kesepakatan dagang antara AS dan Cina.

    Menurut Piter, ketegangan AS - Iran pada akhirnya bisa berdampak negatif pula pada Indeks Harga Saham Gabungan di pasar modal, maupun terhadap nilai tukar. "Tentunya kita berharap kedua pihak bisa menahan diri dan menyelesaikan perbedaan dengan jalan damai," tutur Piter. "Kalau itu yang terjadi, pasar keuangan global akan aman, demikian juga dengan IHSG dan rupiah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.