Erick Thohir Ingin Satukan Dana Pensiun Seluruh BUMN

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    Menteri BUMN Erick Thohir. TEMPO/Muhammad Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, berencana menyatukan dana pensiun dari seluruh perusahaan pelat merah di Indonesia dalam satu atap. Langkah tersebut diambil agar tidak terjadi kasus yang menimpa Jiwasraya tidak terjadi pada lembaga dana pensiun perusahaan pelat merah.

    Erick Thohir meyakini, upaya tersebut juga dapat mencegah tindakan oknum yang menyalahgunakan kewenangannya. "Ke depan, dana-dana pensiun yang ada di BUMN akan dijadikan satu atap. Kami tidak mau pekerja BUMN yang sudah mengabdi selama puluhan tahun, ketika pensiun dananya enggak ada," kata dia Ahad, 5 Januari 2020.

    Selain melakukan konsolidasi lembaga dana pensiun BUMN, Kementerian BUMN juga bakal mencari sosok yang dipercaya untuk dapat mengelola dana perusahaan pelat merah itu. Saat ini, lanjutnya, Kementerian sedang melakukan perbaikan dengan mengisi perusahaan pelat merah dengan figur-figur yang kredibel dan memiliki rekam jejak yang baik.

    "Saya yakin direksi BUMN memiliki satu visi dengan saya. Kami semua ingin BUMN jauh lebih baik sisi pengelolaan," tutur Erick Thohir.

    Terkait Jiwasraya, Erick Thohir memastikan bahwa pemerintah terus berusaha menyelesaikan permasalahan di BUMN asuransi itu. Ia menjamin, nasabah perseroan yang belum terpenuhi haknya akan segera menerima kejelasan.

    "Saya dan Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) (berusaha) memastikan bagaimana supaya nasabah mendapat kepastian dari yang mereka wajib terima," kata Erick Thohir seusai mengunjungi posko bencana banjir di kawasan Tangerang, Ahad, 5 Januari 2019. "Intinya, pemerintah Jokowi mencari solusi dan bertanggung jawab, tidak melarikan diri."

    Erick Thohir memastikan, akan mempercepat pembentukan holding asuransi untuk menyehatkan perusahaan pelat merah itu. Sehingga, nasabah yang menjadi korban Jiwasraya akan kembali mendapat haknya meski secara bertahap.

    BISNIS | EKO WAHYUDI

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.