Bela Basuki dan Anies Soal Banjir, Luhut: Rencananya Sudah Oke

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar open house perayaan Natal di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. Open house itu tampak dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan politikus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menggelar open house perayaan Natal di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu, 25 Desember 2019. Open house itu tampak dihadiri sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan politikus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menko bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan menilai rencana penanganan banjir konsep Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono maupun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai baik.

    "Nggak ada yang berseberangan kok. Saya kira pikiran Pak Basuki benar, dan Pak Gubernur juga oke," kata Luhut ditemui di halaman Istana Negara Jakarta, Jumat.

    Menurut Luhut, kotoran dan sampah di sungai harus dibersihkan agar aliran air semakin lancar.

    Progres untuk menyelesaikan dua bendungan di daerah Bogor yakni Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi yang ditargetkan rampung 2020 terus berjalan. Sementara, upaya normalisasi Sungai Ciliwung yang rencananya 30 kilometer, baru terealisasi 16 kilometer.

    Selain itu, menurut Luhut upaya jalur sodetan dari sungai-sungai besar menuju kanal banjir Timur maupun kanal banjir Barat juga harus dilakukan untuk mengurangi debit air sehingga dapat langsung dialirkan ke laut.

    "Bagaimana tadi air itu supaya bisa dipompa ke laut mempercepat bukan hanya melalui sungai itu saja. Iya dari sodetan itu dari kali mana ke Angke 600 meter itu harus kita jalani. Sederhana kok itu masalahnya," ujar Luhut.

    Untuk Kanal Banjir Timur dibangun guna mengurangi beban aliran di sejumlah sungai seperti Sungai Ciliwung, Kali Cililitan, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.