Anies Sebut Normalisasi Tak Ampuh Redam Banjir, Basuki Ogah Debat

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis 2 Januari 2020. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 2 Januari 2020, terdapat 63 titik banjir di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan tidak mau berdebat soal anggapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bahwa normalisasi Kali Ciliwung belum efektif meredam banjir di Ibu Kota. "Itu harus melihat detail, lihat skemanya, saya enggak mau berdebat lah, saya tidak dididik untuk berdebat," ujar Basuki di Kantor Kementerian Maritim dan Investasi, Jumat, 3 Januari 2020.

    Basuki lantas menggambarkan situasi di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Basuki mengatakan normalisasi di sana belum rampung sesuai rencana, sehingga air mengalir melalui wilayah yang belum dinormalisasi ke dataran yang rendah. Akibatnya, air menggenang di kawasan tersebut.

    "Tapi tidak melimpas, bukan berarti melimpasi parapet yang kita bikin, tidak melimpas kan bersih," ujar Basuki. Sebelumnya, Basuki sempat mengatakan bahwa selama penyusuran kali Ciliwing, ternyata normalisasi baru kelar untuk 16 kilometer dari panjang total 33 kilometer. Sehingga, masih ada wilayah yang tergenang,

    Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah belum maksimal dalam meredam banjir di ibu kota. Salah satu kali yang telah dinormalisasi adalah Kali Ciliwung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.