Banjir Melanda Ibu Kota, Ini Pesan Ahok untuk Warga Jakarta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Johannes P. Christo

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengirimkan pesan untuk korban bencana di Ibu Kota. Lewat akun Twitter pribadinya, Ahok berharap agar bencana banjir yang menimpa baru-baru ini segera kelar.
     
    "Semoga banjir ini cepat berlalu dan kondisi pulih kembali," kata Ahok dalam cuitan yang langsung direspons oleh lebih dari 6.000 pengguna Twitter pada Jumat 3 Januari 2020.
     
    Komisaris Utama PT Pertamina Persero ini menyatakan turut berkabung atas bencana banjir yang menerjang hingga memakan korban jiwa. Sembari menautkan tagar #banjir2020, Ahok menyatakan turut berduka cita.
     
    Tak sampai di situ, Ahok meminta warga yang bermukim di daerah aliran sungai atau DAS di Jakarta dan sekitarnya untuk terus waspada, seumpama hujan deras kembali menerpa. "Untuk warga yang tinggal di DAS, agar selalu waspada," ucapnya.
     
    Pada pengujung April 2019 lalu, Ahok sudah lebih dulu angkat suara soal kemungkinan penyebab banjir yang melanda Ibu Kota. Saat itu, ia mengatakan banjir terjadi karena pompa air yang terlambat diaktifkan.
     
    Menurut Ahok kala itu, pompa air semestinya sudah aktif sebelum debit air hujan tinggi. "Saya orang tambang, teori tambang ngidupin pompanya telat, udah terlalu tinggi bisa tidak keburu. Saya kira mungkin tergenang itu karena mungkin ada pompa yang telat," kata Ahok di kawasan Menteng, 30 April 2019.
     
    Kemungkinan lain penyebab banjir Jakarta, tutur Ahok, adalah saringan air yang tersumbat ranting atau sampah. Di era kepemimpinannya, yakni 2014-2017, Ahok menyebut persoalan kayu ranting yang menutupi saringan ketika hujan turun ditengarai menyebabkan genangan karena menghambat air cepat surut.
    Karena itu, ujar dia, pemerintah provinsi dulu selalu menaruh alat berat untuk menyisir ranting atau sampah di sekitar saringan air.
     
    Seperti diketahui, banjir melanda Ibu Kota dan sejumlah wilayah di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sejak 1 Januari lalu. Banjir ini menyebabkan sejumlah aktivitas ekonomi tersendat.
     
    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | LANI DIANA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.