Bank Mandiri Targetkan 1,3 Miliar Transaksi E-Money pada 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam menghadapi masa mudik Lebaran 1440 H, Bank Mandiri juga memastikan menambah pasokan uang elektronik atau e-Money, selain pasokan uang tunai. (Foto: Shutterstock)

    Dalam menghadapi masa mudik Lebaran 1440 H, Bank Mandiri juga memastikan menambah pasokan uang elektronik atau e-Money, selain pasokan uang tunai. (Foto: Shutterstock)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri (Prsero) Tbk. menargetkan peningkatan transaksi uang elektronik, e-money, mencapai 1,3 miliar transaksi pada 2020.

    SEVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, hingga November 2019, transaksi yang dihasilkan melalui e-money telah mencapai lebih dari 1 miliar transaksi atau tumbuh 77 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

    Sementara sales volume yang dihasilkan mencapai sekitar Rp 15 triliun atau meningkat 119 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    "Dengan fokus peningkatan pada sektor penerimaan transaksi sehari-hari di lokasi pembayaran bertipe time sensitive (harus dilakukan secara cepat), ditargetkan transaksi e-money tahun 2020 mampu tumbuh mencapai 1,3 miliar transaksi," katanya kepada Bisnis, Senin, 30 Desember 2019.

    Thomas menuturkan, per November 2019, total kartu e-money yang telah didistribusikan tercatat melebihi 19,5 juta kartu.

    Menurut dia, saat ini dengan hadirnya uang elektronik berbasis server based tidak akan banyak mempengaruhi penggunaan uang elektronik berbasis chip khususnya pada e-money.

    Seperti diketahui, perusahaan teknologi finansial (tekfin) mulai bersaing dengan perbankan menerbitkan uang elektronik, khususnya yang berbasis server.

    Justru, Thomas melanjutkan, perseroan melihat hal tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan gerakan non tunai di Indonesia. "Kami melihat uang elektronik berbasis chip dan server ini sebagai produk co-exist yang saling melengkapi untuk kemudahan transaksi non tunai yang dapat dipilih masyarakat," katanya.

    Thomas menambahkan, Bank Mandiri akan tetap fokus meningkatkan kemudahan top up e-money secara online ke depannya. Peningkatan layanan ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan dompet elektronik LinkAja dan berbagai aplikasi/merchant online seperti, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan Blibli yang telah berjalan, melengkapi channel bank dan beberapa convenience store yang sudah berjalan terlebih dulu.

    Merujuk pada data Bank Indonesia, uang elektronik per Oktober 2019 tercatat tumbuh 86,57 persen menjadi sebanyak 269,34 juta keping kartu.

    Di samping itu, nilai transaksi yang dihasilkan oleh uang elektronik tercatat sebesar Rp 16,37 triliun per Oktober 2019, sementara pada Oktober 2018 nilai transaksi tercatat sebesar Rp 4,44 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.