Menguat 4 Hari Berturut-turut, IHSG Ditutup di Level 6.329,31

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG melanjutkan relinya untuk perdagangan hari keempat berturut-turut sekaligus memperbarui level penutupan tertinggi sejak 24 Oktober. IHSG pada sore hari ini ditutup di level 6.329,31, atau naik 0,16 persen atau 9,87 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    Pada perdagangan hari pertama pascalibur Natal, Kamis kemarin, IHSG menutup pergerakannya di level 6.319,44. Level itu naik 0,21 persen atau 13,53 poin, reli hari ketiga berturut-turut sejak perdagangan Jumat pekan lalu.

    Sebelum melanjutkan relinya untuk hari keempat, indeks sempat tergelincir ke zona merah setelah dibuka naik tipis 0,03 persen atau 2,13 poin di posisi 6.321,57 pada pagi hari ini. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.312,38 – 6.337,34. Adapun sepanjang pekan ini, IHSG membukukan penguatan sebesar 0,7 persen.

    Enam dari sembilan sektor berakhir di zona hijau pada hari ini, dipimpin pertanian (+2,89 persen) dan aneka industri (+0,80 persen). Tiga sektor lainnya berakhir di zona merah, dipimpin tambang yang melemah 0,55 persen.

    Dari 671 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 203 saham menguat, 190 saham melemah, dan 278 saham stagnan. Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) dan PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) yang masing-masing naik 0,82 persen dan 8,26 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

    Menurut Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya, pergerakan IHSG terlihat masih akan bergerak pada zona hijau dengan resisten level terdekat yang berpotensi dapat diraih dalam beberapa waktu mendatang.

    “Momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka menengah hingga panjang,” kata William melalui riset harian.

    Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia sebelumnya menjelaskan bahwa pergerakan positif IHSG didukung oleh efek window dressing menjelang akhir tahun. “Dengan 3 hari  trading menutup tahun 2019, kami memperkirakan investor akan memanfaatkan kesempatan window dressing,” tulis Samuel Sekuritas dalam publikasi risetnya, Kamis, 26 Desember 2019.

    Seiring dengan penguatan IHSG, nilai tukar rupiah pada sore hari ini ikut ditutup menguat 6 poin atau 0,04 persen di level Rp 13.952 per dolar AS. Artinya, kurs rupiah menguat 21 poin atau 0,15 persen di level Rp13.958 per dolar AS pada perdagangan sehari sebelumnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.