Libur Akhir Tahun, Penginapan Murah Diserbu Milenial

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andhika Pratama (kanan) aktor dan penyanyi yang menyukai pantai tapi tak begitu nyaman dengan laut. Foto: RedDoorz

    Andhika Pratama (kanan) aktor dan penyanyi yang menyukai pantai tapi tak begitu nyaman dengan laut. Foto: RedDoorz

    TEMPO.CO, Jakarta - Para penyedia penginapan murah kebanjiran pemesanan selama liburan akhir tahun ini. Vice President Marketing Airy, perusahaan penginapan online, Ika Paramita, mengatakan entitasnya bisa mendongkrak okupansi properti mitra hingga 60-70 persen per bulan pada hari normal. 

    "Kami tak bisa sampaikan target saat Natal ini, tapi gambarannya pada Ramadan dan Lebaran lalu saat keterisian properti di flagship Airy sampai 70-100 persen," ucapnya kepada Tempo, Rabu 25 Desember 2019.

    Sejak 2015, kata dia, Airy sudah merambah ke lebih dari dua ribu properti dengan ketersediaan 30 ribu kamar. Manajemen tak ingin melewatkan peluang pertumbuhan pasar pelancong milenial yang cenderung mencari penginapan berdurasi singkat dengan harga murah.

    "Kata laporan Asia Travel Leaders Summit, wisatawan milenial Indonesia lebih memperhatikan. keterjangkauan harga dibandingkan mereka yang dari China, Singapura, dan India," katanya. Dia menambahkan bahwa pengguna jasa rela mengeluarkan biaya rata-rata Rp 100-300 ribu per malam.

    Country Marketing Director RedDoorz Indonesia, Sandy Maulana, pun belum merincikan angka pasti peningkatan pemesanan mereka. Namun, menurut dia peningkatannya signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 'Tren tahunan staycation atau berlibur singkat di dalam kota atau kota terdekat cukup digemari," tuturnya.

    RedDoorz, kata dia, mengerahkan petugas tambahan dan memberikan varian harga untuk memikat pelanggan. "Penginapan kami sudah lebih dari 1.500 hotel di lebih dari 100 kota."

    Tingginya minat terhadap penginapan murah diungkap dalam kajian Google, Temasek, serta Bain and Company bertajuk '2019 Year in Search Indonesia'. Google mencatat arus pencarian informasi mengenai lokasi 'staycation' untuk akhir pekan naik 3,4 kali pada tahun ini.

    Aktivitas menginap tanpa keluar kota atau di wilayah yang dekat itu digemari lantaran hemat biaya dan waktu. Empat target pencarian utama 'staycation', menurut penelitian tersebut, mulai dari hotel bintang 4, hotel berdesain khusus (boutique hotel), hotel kelas suites, serta penginapan murah alias budget hotel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara