Bos Boeing Dennis Muilenburg Dipecat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg, memberikan kesaksian di hadapan Komite Senat Perdagangan, Ilmu Pengetahuan dan Transportasi mendengar tentang

    Kepala Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg, memberikan kesaksian di hadapan Komite Senat Perdagangan, Ilmu Pengetahuan dan Transportasi mendengar tentang "keselamatan penerbangan" dan 737 MAX yang menyebabkan dua kecelakaan mematikan 737 MAX yang menewaskan 346 orang, di Capitol Hill di Washington, AS, 29 Oktober 2019.[REUTERS / Sarah Silbiger]

    TEMPO.CO, Jakarta - Boeing Co memecat CEO Dennis Muilenburg setelah berulang kali gagal menahan dampak dari dua kecelakaan fatal Boeing 737 MAX yang menghentikan produksi pesawat jet terlaris tersebut selain telah menodai reputasi maskapainya di mata pesaing dan regulator.

    "Dewan direksi memutuskan bahwa perubahan dalam kepemimpinan diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan," menurut pernyataan Boeing seperti dikutip Reuters, Selasa, 24 Desember 2019.

    Boeing, yang mengalami kemunduran kinerja setelah dua kecelakaan pesawat, memecat Muilenburg karena dinilai tidak berbuat banyak dalam menyelesaikan krisis yang menelan biaya US$9 miliar itu.

    Boeing telah membuat pemasok rugi dan kini membuat laju pertumbuhan ekonomi AS terancam. David Calhoun, mantan eksekutif General Electric, akan mengambil alih sebagai CEO dan presiden mulai 13 Januari tahun depan, menurut pihak Boeing.

    Sampai saat itu, Chief Financial Officer Greg Smith akan menjalankan perusahaan itu untuk sementara sekaligus menyiapkan satu rencana besar.

    Seorang pejabat Boeing mengatakan bahwa dewan direksi telah berunding selama akhir pekan dan memutuskan untuk memecat Muilenburg melalui telepon pada hari Minggu.

    Akan tetapi Muilenburg tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

    Saham Boeing, yang telah turun lebih dari 20 persen selama sembilan bulan terakhir, ditutup naik 2,9 persen kemarin.

    Dua kecelakaan Boeing 737 MAX masing-masing di Indonesia dan Ethiopia telah menewaskan 346 orang dalam waktu lima bulan.

    Boeing sedang berjuang untuk memperbaiki hubungan dengan pemerintah  AS dan regulator internasional yang untuk mendapatkan kembali izin pengoperasian pesawat jet tersebut.

    Setelah menghentikan sementara operasi 400 pesawat sejenis, Boeing mengakui bulan ini tidak akan dapat mencapai target terbang tahun ini dan mengumumkan akan menghentikan produksi jenis 737 MAX pada Januari.

    Para ekonom memperkirakan bahwa hal itu akan menurunkan keseluruhan pertumbuhan ekonomi AS sebesar setengah poin persen.

    Pemecatan Muilenburg menyusul satu minggu kerugian dramatis untuk Boeing, yang bersaing dengan Airbus Eropa (AIR.PA) untuk kepemimpinan industri jet senilai US$150 miliar.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.