Sri Mulyani Minta Pengelolaan Keuangan Negara Dimaksimalkan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Temu Kebangsaan oleh Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Temu Kebangsaan oleh Gerakan Suluh Kebangsaan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Desember 2019. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta seluruh pegawai Kementerian Keuangan untuk memaksimalkan pengelolaan keuangan negara pada sisa waktu 2019. Hal itu dia sampaikan saat melantik Anggota Komite Pengawas Perpajakan, Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional.

    "Di waktu tersisa pada 2019, Anda semua yang memegang jabatan struktural maupun fungsional bisa terus memanfaatkan. Kita tidak libur pada akhir tahun ini, karena kita perlu untuk mengelola keuangan negara APBN sampai hari terakhir di tahun fiskal 2019," kata dia kepada pegawai di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

    Dia berharap perubahan dan pergerakan dari para pejabat di Kemenkeu akan menghasilkan kinerja di semua lini menjadi lebih baik.

    Pada pelantikan itu, Sri Mulyani mengingatkan kepada seluruh jajaran, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk lebih mewaspadai serbuan barang ilegal.

    "Saya juga ingin sampaikan pesan bapak Presiden (Joko Widodo) untuk kita menjadi penjaga perekonomian dari serbuan barang-barang ilegal maupun impor akibat terjadinya perang dagang," kata dia.

    Menurut dia, Kementerian Keuangan harus mampu menjaga perekonomian agar tetap bisa tumbuh kompetitif. "Tidak tertutup dan inefisien, tapi berbuka kompetitif, namun juga waspada terhadap serbuan barang-barang yang sifatnya ilegal, maupun barang-barang yang melalui proses produksi yang tidak fair play field," kata dia.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.