Komisi IV DPR Cemas Populasi Lobster Indonesia Terancam

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti upaya penyelundupan baby lobster jenis pasir dan mutiara senilai Rp11 miliar di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 22 Maret 2019. Tempo/Anwar Siswadi

    Barang bukti upaya penyelundupan baby lobster jenis pasir dan mutiara senilai Rp11 miliar di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 22 Maret 2019. Tempo/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi menyatakan populasi lobster bisa habis di Indonesia karena adanya gangguan pada ekosistem.

    Kekhawatiran Dedi muncul karena terumbu karang juga terancam dibabat demi kepentingan ekonomi seperti reklamasi. Padahal, terumbu karang menjadi habitat lobster. Selain itu, ikan rica-rica yang menjadi pakan lobster juga terancam habis karena terjaring troll milik nelayan yang mayoritas dari Vietnam.

    Karena itu, Dedi sepakat dengan kebijakan penenggelaman kapal yang digagas Susi Pudjiastuti saat masih menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Dedi menilai, nelayan Vietnam kerap menggunakan troll untuk menjaring ikan. Padahal, di negaranya sendiri, penggunaan troll itu dilarang.

    "Yang dikhawatirkan itu bukan kapalnya, tetapi jenis jaring yang digunakan nelayan Vietnam, yakni troll," katanya melalui pesan singkat yang diterima Bisnis, Rabu 18 Desember 2019.

    Dengan berbagai masalah yang menderanya, Dedi cemas lobster akan menjauh dari perairan Indonesia. "Maka, sempurna sudah.  Indonesia akan kehilangan lobster, sementara Vietnam akan mengembangkan lobster. Siapa nanti yang akan menjadi raja lobster? Ya Vietnam," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.