Rencana Bukalapak Setelah Ditinggal Achmad Zaky

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Bukalapak Achmad Zaky (kiri) mundur dari jabatannya dan menyerahkannya kepada Rachmat Kaimuddin (kanan) (Dok. istimewa)

    CEO Bukalapak Achmad Zaky (kiri) mundur dari jabatannya dan menyerahkannya kepada Rachmat Kaimuddin (kanan) (Dok. istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid buka suara terkait pelbagai rencana perusahaan sepeninggalan Achmad Zaky. Achmad Zaky sebelumnya mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Chief Executive Officer atau CEO Bukalapak.

    Fajrin mengatakan Bukalapak tahun depan akan berfokus pada pengembangan bisnis untuk meningkatkan pendapatan atau revenue. "Kami sampaikan, revenue Bukalapak meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Tren ini terus berlanjut kami akan berfokus bagaimana bisa mempertahankannya," ujarnya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 10 November 2019.

    Fajrin enggan menggamblangkan inovasi-inovasi yang telah dirancang perusahaan untuk mengejar target kinerja tahun depan. Ia juga belum mau menjelaskan ihwal bentuk pengembangan usaha yang akan disasar ke depan.

    Ia hanya menyebut perusahaannya bakal tetap berupaya melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering alias IPO. "IPO tetap. Tapi belum tahu waktunya," tuturnya.

    Untuk rencana perusahaan lebih lanjut, Fajrin memastikan pengganti Zaky, yakni Muhammad Rachmat, bakal menyampaikannya secara resmi. Adapun Rachmat mulai efektif bekerja di Bukalapak pada awal Januari nanti.

    Dalam keterangan tertulis, Zaky menyatakan mundur secara resmi dari Bukalapak kemarin, Senin, 9 Desember 2019. Ia mengakui akan berfokus menjadi penasihat Bukalapak, tech startup mentor, dan Ketua pada Yayasan Achmad Zaky yang akan segera didirikan. Adapun suksesi pimpinan Bukalapak ini akan berlaku efektif pada 6 Januari 2020.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.