PT KAI: 42 Persen Tiket Kereta Libur Natal dan Tahun Baru Terjual

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik bersiap menaiki Kereta Api di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. PT KAI Daop 9 Jember memprediksi, jumlah penumpang selama masa angkutan natal dan tahun baru di wilayah Daop 9 meningkat sekitar tiga persen dibanding periode tahun lalu sebanyak 146.176. ANTARA/Budi Candra Setya

    Pemudik bersiap menaiki Kereta Api di Stasiun Banyuwangi Baru, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 21 Desember 2018. PT KAI Daop 9 Jember memprediksi, jumlah penumpang selama masa angkutan natal dan tahun baru di wilayah Daop 9 meningkat sekitar tiga persen dibanding periode tahun lalu sebanyak 146.176. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, tiket kereta yang disiapkan selama masa angkutan libur Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih tersedia. “Sampai hari ini untuk kurun waktu operasi Natal dan Tahun Baru, setiap hari ada laporan pada saya, tiket yang sudah terjual 42 persen,” kata dia di sela inspeksi kesiapan jalur kereta di Stasiun Bandung, Rabu, 10 Desember 2019.

    Meski begitu, Edi mengingatkan bahwa penjualan tiket masih terus bertambah. “Masih tersedia 58 persen lagi tersedia selama kurun waktu 19 Desember sampai 5 Januari. Tapi setiap hari, ini akan bertambah terus. Ini sudah 42 persen terjual,” kata dia.

    Edi mengatakan, selama operasi angkutan Nataru tahun ini, jumlah penumpang diperkirakan naik 4 persen dibanding libur Nataru tahun lalu. “Kalau tahun lalu kira-kira 5,6 juta penumpang yang di angkut, (tahun) ini 5,9 juta penumpang,” kata dia.

    PT KAI pada masa angkutan Nataru tahun ini mengoperasikan 374 kereta reguler, dan 30 kereta tambahan, sehingga total terdapat 404 perjalanan kereta sepanjang masa operasi angkutan Nataru tahun ini. Jumlah perjalanan kereta ini libur Nataru tahun ini naik 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu, yakni 394 kereta.

    Edi mengatakan, direksi dan komisaris PT KAI sengaja melakukan inspeksi jalur kereta untuk mengecek kesiapannya. “Untuk kesiapan Nataru maka kami, baik Direksi maupun Komisaris, itu bersama-sama kita akan melakukan inspeksi,” kata dia.

    Inspeksi dilakukan juga di jalur utara. Inspeksi di jalur utara dimulai dari Stasiun Gambir menuju Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Gubeng, Jember, hingga Ketapang, Banyuwangi. Sementara untuk jalur selatan di mulai dari Stasiun Bandung menuju Kroya, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Malang, hingga Surabaya Gubeng.

    PT KAI mencatat di sepanjang jalur kereta di Jawa dan Sumatera teridentifikasi 351 titik rawan yang memerlukan perhatian ekstra. Diantaranya 99 titik rawan banjir, 157 titik rawan longsor, 85 titik amblesan, dan 10 titik rawan pencurian.

    Sejumlah 477  petugas pemeriksa jalur ekstra, 908 petugas penjaga perlintasan, 355 petugas posko di daerah rawan ekstra, serta 11.191 petugas keamanan bekerja-sama dengan TNI-Polri dikerahkan untuk menjaga seluruh titik rawan di jalur kereta tersebut. PT KAI juga menyiagakan alat dan material untuk mengantisipasi perbaikan dalam situasi darurat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.