PT KAI Mulai Garap Pengumpan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara konstruksi untuk perlintasan kereta cepat Jakarta-Bandung di Buahbatu, Bandung Jawa Barat, Rabu, 25 September 2019. Hingga saat ini total pengadaan lahan pembangunan prasarana kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 98,95 persen lahan dengan total 8.279 bidang seluas lebih dari 6,2 juta m2. ANTARA

    Foto udara konstruksi untuk perlintasan kereta cepat Jakarta-Bandung di Buahbatu, Bandung Jawa Barat, Rabu, 25 September 2019. Hingga saat ini total pengadaan lahan pembangunan prasarana kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 98,95 persen lahan dengan total 8.279 bidang seluas lebih dari 6,2 juta m2. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengatakan bahaw saat ini PT KAI mulai mengurus izin pembangunan feeder, atau kereta pengumpan untuk kereta cepat Jakarta-Bandun. Jalur pengumpan ini disiapkan untuk rute Tegalluar di Kabupaten Bandung menuju Stasiun Bandung.

    “Sekarang sudah kita mulai perizinan-perizinan karena, karena semua kan memang tergantung perizinannya,” kata Edi di Bandung, Senin, 9 Desember 2019.

    Perizinan  proyek feeder itu menjadi salah satu bahasan dalam rapat yang digelar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Direktur Utama PT PT KAI Edi Sukmoro, dan perwakilan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Rapat itu juga menyertakan pemerintah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, dua daerah yang akan menjadi lintasan feeder kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut.  

    Edi mengatakan, PT KAI saat ini masih menghitung rincian investasi yang dibutuhkan untuk membangun feeder. Feeder tersebut rencananya berupa kereta rel diesel biasa, tanpa sistem elektrifikasi. "Kurang lebih Rp 4 triliun lebih,” kata dia.

    Infrastruktur kereta akan dibangun dari Tegalluar menuju Stasiun Cimekar, untuk terhubung ke jaringan rel kereta komuter Bandung Raya yang dioperasikan PT KAI. Pengumpan kereta cepat tersebut rencananya akan menghubungkan rute Tegallluar menuju Stasiun Bandung, di Kota Bandung. “Sebagian elevated. Tapi elevatednya kira-kira 2 kilometer. Setelah itu semua landed. Total dari Bandung (ke Tegalluar) itu 16,2 kilometer (panjangnya),” kata Edi.

    Edi mengatakan, PT KAI akan membentuk konsorsium untuk membangun pengumpan kereta cepat tersebut. “Dikerjakan oleh konsorsium, bahwa kita akan mengundang pihak Pemda, kalau mau chip-in berbarengan, kita gotong royong, akan lebih bagus,” kata dia.

    Dalam rapat kemarin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga menyepakati untuk memindahkan lokasi Stasiun Cimekar, mendekat ke depan Masjid Al Jabar, masjid megah yang tengah dibangun pemerintah Jawa Barat di Gedebage, Kota Bandung. Lokasi tersebut juga tak jauh dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di kawasan yang sama. “Nanti kawasan itu akan menjadi kawasan wisata religi Masjid Al-Jabar, dan wisata olahraga GBLA. Dan juga koneksi ke Tegalluar, ujung dari stasiun kereta api cepat (Jakarta-Bandung),” kata dia, Senin, 9 Desember 2019.

    Ridwan Kamil mengatakan, waktu tempuh dari Tegalluar menuju Stasiun Bandung ditaksir 20 menitan dengan kereta cepat. “Nanti dari kereta api cepat sampai ke Stasiun Kebon Kawung itu sekitar 20 menitan,” kata dia. 

    Mengenai tawaran KAI agar Jawa Barat bergabung dalam konsorsium membangun feeder kereta cepat itu, Ridwan Kamil mengatakan tertarik. “Nanti kita lihat, BUMD Jabar mana yang bisa mengembangkan bersama-sama,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!