Soal Pemecatan Dirut TVRI, DPR Sebut Bola di Tangan Helmy Yahya

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helmy Yahya. TEMPO/Nurdiansah

    Helmy Yahya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Bandung - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem, Muhamad Farhan, meminta polemik pemecatan Helmy Yahya segera diselesaikan. Ia menilai penyelesaian masalah saat ini sekarang berada di pihak Helmy Yahya yang harus berani membuka duduk permasalahan dengan transparan. 

    “Secara aturan justru sekarang Helmy yang harus menjelaskan tuduhan dari Dewas. Maka saya akan dorong Helmy untuk memberikan penjelasan atas tuduhan Dewas tersebut,” ujar Farhan, Senin 9 Desember 2019.

    Sedangkan untuk Dewas, menurut Farhan, harus membeberkan alasan argumentatif mengapa pemberhentian dilakukan. “Saya juga mendesak Dewas mengevaluasi dengan objektif dan menggunakan parameter kuantitatif yang jelas,” katanya.

    Farhan menyebut permasalahan tersebut dibahas dalam waktu terbatas selama tiga bulan dengan agenda rencana pada bulan pertama. Waktu ini diberikan kepada Hemy Yahya untuk memberi penjelasan atau jawaban terhadap keputusan Dewan Pengawas.

    Untuk dua bulan berikutnya, yaitu waktu untuk Dewan Pengawas menangggapi jawaban Helmy Yahya. “Tiga bulan ini menjadi penentuan, selama periode itu saya meminta semua karyawan TVRI tidak terlibat dalam perselisihan ini. Jangan membuat blok - blok dukungan. Tetap profesional dan menolak politisasi isu TVRI,” katanya.

    Farhan juga meminta Ombudsman untuk menuntaskan dugaan tindakan mal administrasi terhadap para crew TVRI. “Selanjutnya, saya mendesak Ombudsman untuk memutuskan perkara gugatan mal-administrasi soal honor crew teknis dan produksi TVRI yang tertunda dengan cepat dan lugas,” ujarnya.

    Sebelumnya, Helmy Yahya menuding pemecatan dirinya sebagai Dirut TVRI itu cacat administrasi. Sebaliknya, kubu Dewas tetap konsisten dengan keputusan pemberhentian tersebut.

    Pemberhentian Helmy Yahya diberlakukan berdasarkan SK Dewan Pengawas Nomor 3/2019 tanggal 4 Desember 2019 itu, mengharuskan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) turun tangan dan menyarankan kasus pemberhentian diselesaikan secara internal.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!