3 Perusahaan Properti Targetkan Melantai di Bursa pada April 2020

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bursa saham. REUTERS/Issei Kato

    Ilustrasi bursa saham. REUTERS/Issei Kato

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Satu Global Investama, advisor sekaligus perusahaan investasi di bidang pembiayaan IPO financing, akan mengawal tiga perusahaan properti untuk melantai di bursa saham Indonesia tahun depan.

    Managing Director PT Satu Global Investama Wiratama Adhitya mengatakan saat ini perusahaan tengah mempersiapkan seluruh proses administrasi atas rencana penawaran umum perdana ketiga perusahaan properti tersebut.

    “Ketiga nama perusahaan belum dapat kami buka ke publik. Tetapi intinya ketiga perusahaan properti ini telah membuat target nominal raihan dana segar sejumlah Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar saat IPO,” katanya dalam rilis, Minggu, 8 Desember 2019.

    Wiratama mengatakan, ketiga perusahaan tersebut berencana menggunakan dana hasil IPO tersebut sebagai tambahan untuk ekspansi, pembelian lahan (landbank), serta akuisisi proyek.

    Calvin Lutvi, CEO dan Co Founder Satu Global Investama, mengatakan bahwa ketiga perusahaan ini menargetkan dapat efektif melantai di pasar modal Indonesia pada Maret atau April 2020.

    Menurutnya, saat ini nilai IPO yang mendapatkan respons positif dari pelaku pasar adalah nominal di bawah Rp500 miliar, dengan transaksi harian di pasar modal berkisar Rp 5 triliun- Rp 6 triliun.

    Berkaca dari analisa tersebut, maka target penggalangan dana dari para calon emiten properti yang hanya berkisar Rp 200 miliar - Rp 300 miliar diyakini akan sukses dan mudah diserap pasar. Adapun laporan keuangan yang dipakai adalah per November 2019.

    “Hampir semuanya sudah paham apa saja manfaat melantai di pasar modal, kami tinggal membantu cara masuknya saja. Ketiga perusahaan ini memiliki Hotel di Bali dan Bandung dan sudah memiliki landbank di beberapa wilayah yg strategis untuk mereka kembangkan ke depannya,” ujar Calvin.

    Calvin yang juga Managing Director Star Pacific Capital Pte.Ltd perusahaan Advisory and Strategic Investor asal Singapura, menjelaskan bahwa calon emiten yang berminat melakukan IPO terlebih dahulu dianalisa mulai dari legal due dilligence dan due dillegence.

    “Jika sudah memenuhi syarat kita akan tunjuk profesi penunjang untuk memproses perusahaan tersebut, dan kami akan membiayai dari awal proses sampai perusahaan listing atau melantai di bursa,” tutur Calvin.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...