Kemenkeu Isyaratkan Tak Akan Suntik Penyertaan Modal ke Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan mengisyaratkan tidak bakal menyuntikkan dana Penyertaan Modal Negara alias PNM untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Racmatarwata mengatakan kementeriannya terus berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk menyelesaikan persoalan itu.

    "Sudah dibahas (soal PMN), kami melihat cara lain, nanti akan dijelaskan oleh Menteri BUMN atau Wakil Menterinya mengenai bagaimana mengatasi Jiwasraya," ujar Isa di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.

    Ia meyakini persoalan Jiwasraya bisa ditangani meski tanpa menyuntik modal negara. "Kan tadi sudah dibilang anggota DPR jangan setiap kali kita acap menambah modal sementara prospeknya belum jelas," tutur Isa. "Intinya kita akan tangani tidak harus selalu dengan PMN, caranya bagaimana, tunggu."

    Kendati mengupayakan cara lain, Isa mengatakan modal negara bisa saja akhirnya dikucurkan. Namun, PMN harus diberikan dengan prospek yang memang bisa mengatasi persoalan perusahaan pelat merah tersebut. "Bukan seperti menggarami lautan."

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan sudah menerima laporan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir terkait masalah yang dialami PT Asuransi Jiwasraya. Ia berujar masalah ini akan diatasi oleh Erick Thohir.

    "Jiwasraya akan diselesaikan oleh Menteri BUMN. Saya sudah diberitahu step-nya ini, ini," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.

    Jiwasraya diketahui mengalami masalah keuangan dan merugi belasan triliun. Hal ini akibat sejumlah kesalahan dalam melakukan investasi.

    Sementara itu, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta segera menetapkan tersangka dalam kasus gagal bayar pembayaran polis JS Saving Plan milik Jiwasraya, usai meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.

    Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah memeriksa sebanyak 66 orang saksi dari pihak-pihak terkait. Pihak kejaksaan pun telah pengumpulan dokumen-dokumen sebagai alat bukti.

    Saat ini, Kementerian BUMN berupaya memperbaiki keuangan Jiwasraya yang sedang carut marut. Setiap pekannya Kementerian BUMN memantau audit keuangan Jiwasraya. Hal tersebut dilakukan, untuk mengetahui perkembangan di tubuh perseroan asuransi tersebut.

    CAESAR AKBAR | AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.