Rudiantara Dikabarkan Akan Menjabat Sebagai Direktur Utama PLN

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Johnny G Plate saat bersalaman dengan Rudiantara ketika serah terima jabatan Menteri Komunikasi dan Informasi di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. Dalam sertijab tersebut Rudiantara berpesan pada Menteri Kominfo yang baru, Johnny G Plate supaya Kementerian Kominfo bisa menjadi fasilitator bukan hanya regulator. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Ekspresi Johnny G Plate saat bersalaman dengan Rudiantara ketika serah terima jabatan Menteri Komunikasi dan Informasi di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019. Dalam sertijab tersebut Rudiantara berpesan pada Menteri Kominfo yang baru, Johnny G Plate supaya Kementerian Kominfo bisa menjadi fasilitator bukan hanya regulator. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. Emma Sri Martini, yang saat ini Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, ditunjuk menjadi Direktur Keuangan PT Pertamina menggantikan Pahala Mansury. Selanjutnya Pahala Mansury diangkat menjadi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. atau Bank BTN. 

    Sejumlah sumber Tempo menyebutkan Rudiantara akan menjabat sebagai Direktur Utama PLN PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) . Bekas Menteri Komunikasi dan Informatika ini menggantikan Sripeni Inten Cahyani yang menjabat Pelaksana Tugas Dirut PLN. Rudiantara nantinya didampingi Darmawan Prasodjo sebagai Wakil Direktur Utama. Darmawan saat ini masih duduk di kursi Dewan Komisaris PLN.

    Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan Ahok bakal didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikini yang juga akan menjabat Wakil Komisaris Utama. Lantaran bakal menjabat sebagai komisaris di perseroan, pelantikan Ahok bisa segera dilakukan. "Bisa segera diproses hari ini atau Senin," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

    Menurut Erick, dengan jabatan ini maka Ahok harus mundur sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). "Semua nama yang diajak bicara kami kasih tahu dari awal karena independensi dari BUMN sangat dipentingkan. Insya Allah orang yang punya itikad baik tau risiko mengabdi untuk negara," ucap Erick.

    Terkait adanya sejumlah penolakan terhadap Ahok, Erick meminta pihak yang menentangnya untuk memberi waktu bagi mantan gubernur DKI Jakarta itu bekerja. "Pro kontra tidak hanya Pak Basuki, yang penting kasih kesempatan bekerja dan lihat hasilnya. Kadang kita su'uzon orang itu begini, begini, tanpa lihat hasil," tuturnya. 

    AHMAD FAIZ | ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.