Luhut Pandjaitan: Jepang Tertarik Terlibat Proyek Ibu Kota Baru

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 12 November 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Jepang tertarik untuk berinvestasi dan terlibat pada pembangunan Ibu Kota Negara yang baru di Kalimantan Timur.

     

    "Mereka ingin terlibat di Ibu Kota Baru karena memiliki pengalaman di smart city," ujar dia seusai mendapat kunjungan dari mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda di Kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Selasa, 19 November 2019.

     

    Menurut Luhut, berminatnya Jepang dalam menanamkan modal di Ibu Kota baru ini menambah deretan investor yang menyatakan ketertaikannya. Selain Jepang, Abu Dabhi kepincut ikut berinvestasi. "Saya juga kaget semua orang tertarik masuk ke situ."

     

    Luhut tak menyatakan nilai modal yang disiapkan oleh Jepang pada proyek tersebut. Hanya saja, besar duit yang mengalir diperkirakan memenuhi lebih dari separuh kebutuhan anggaran sebesar Rp 460 triliun untuk pembangunan tersebut.

     

    "Jadi setengahnya itu bisa private sector yang masuk," ujar Luhut. Selain menambal modal pembangunan Ibu Kota Baru, Luhut mengatakan investasi yang masuk itu juga bisa membuka lapangan kerja baru di Tanah Air.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.