Awal Perdagangan, Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai memindahkan uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Nilai tukar rupiah terpantau menguat pada Selasa (25/6). Nilai tukar Rupiah senilai Rp 14.138 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat jika dibandingkan pada hari sebelumnya yang berada pada level Rp 14.165 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Pegawai memindahkan uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Nilai tukar rupiah terpantau menguat pada Selasa (25/6). Nilai tukar Rupiah senilai Rp 14.138 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat jika dibandingkan pada hari sebelumnya yang berada pada level Rp 14.165 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Senin 18 November 2019.

    Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka terapresiasi tipis 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.070 per dolar AS  dari level penutupan perdagangan sebelumnya. 

    Pada perdagangan Jumat 15 November 2019, rupiah ditutup di level Rp14.077 per dolar AS dengan apresiasi sebesar 11 poin atau 0,08 persen.

    Mata uang lainnya di Asia cenderung bergerak variatif dengan besaran tipis pada pagi ini. Apresiasi terbesar dibukukan won Korea Selatan yang menguat 0,16 persen terhadap dolar AS pada pukul 08.15 WIB, sedangkan yuan offshore China melemah tipis 0,07 persen.  

    Seiring dengan pergerakan mata uang di Asia, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama terpantau turun tipis 0,043 poin atau 0,04 persen ke level 97,956 pada Senin 18 November 2019 pukul 08.05 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

    Pada perdagangan Jumat, indeks dolar melemah 0,17 persen atau 0,164 poin dan berakhir di level 97,999, penurunan hari kedua berturut-turut beruntun.

    Dilansir dari Reuters, sejumlah nilai rukar mata uang utama tampak mengawali perdagangan hari ini dengan hati-hati di tengah sikap waspada para pelaku pasar.

    Pasar tengah menantikan apakah pemerintah Amerika Serikat dan China dapat segera menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang mereka yang telah membebani pertumbuhan ekonomi global selama lebih dari satu tahun terakhir.

    Pada Minggu 17 November 2019, media pemerintah China Xinhua mengatakan bahwa kedua negara melakukan "pembicaraan konstruktif" mengenai perdagangan melalui sambungan telepon pada Sabtu 16 November 2019, tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut.

    “Pergerakan mata uang akan didorong oleh berita utama yang terkait dengan masalah perdagangan AS-China. Pasar mengharapkan semacam jawaban untuk itu dalam waktu segera,” ujar Yukio Ishizuki, ahli strategi senior di Daiwa Securities.

    BISNIS

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.