BPS: Ekspor Naik 5,92 Persen pada Oktober 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rilis Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018 di Kantor Badan Pusat Statistik, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin 29 Juli 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Rilis Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2018 di Kantor Badan Pusat Statistik, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Senin 29 Juli 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO,CO, Jakarta - Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia Oktober 2019 mencapai US$ 14,93 miliar atau meningkat 5,92 persen dibanding ekspor September 2019. Namun jika dibanding Oktober 2018 turun 6,13 persen.

    "Nilai ekspor turun dibanding periode yang sama tahun laku. Tantangan ke depan berat sekali dan harus dipikirkan langkah-langkah kebijakan," kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Jumat, 15 November 2019.

    Dia mengatakan ekspor nonmigas Oktober 2019 mencapai US$ 14,01 miliar atau naik 5,56 persen dibanding September 2019. Sementara dibanding ekspor nonmigas Oktober 2018, turun 2,48 persen.

    Secara kumulatif, kata dia, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Oktober 2019
    mencapai US$ 139,11 miliar. Nilai itu menurun 7,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 128,76 miliar atau menurun 5,82 persen.

    Sedangkan, peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2019 terhadap September 2019 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 144,6 juta atau 8,24 persen. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kapal, perahu, dan struktur terapung sebesar US$ 74,1 juta atau 86,68
    persen.

    Menurut sektor, kata Suhariyanto, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari hingga Oktober 2019 turun 3,74 persen dibanding periode yang sama tahun
    2018, dan ekspor hasil tambang dan lainnya turun 16,07 persen. Sementara ekspor hasil pertanian naik 3,40 persen.

    Untuk ekspor nonmigas Oktober 2019 terbesar adalah ke Cina, yaitu US$ 2,77 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,53 miliar dan Jepang US$ 1,24 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,55 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$ 1,22 miliar.

    Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari hingga Oktober 2019 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$ 25,31 miliar (18,20 persen), diikuti Jawa Timur US$15,56 miliar (11,18 persen) dan Kalimantan Timur US$ 13,75 miliar (9,89 persen).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.