Soal Calon Pejabat BUMN, Erick Thohir: Jangan Hanya Fokus ke Ahok

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Menteri BUMN Erick Thohir bersiap mengikuti foto bersama seusai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Beranda Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan ada figur menarik selain Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dicalonkan menjadi pejabat di perusahaan pelat merah. Ia akan memperkenalkan sosok tersebut pada Senin pekan depan.

    "Nanti Senin ada lagi dikasih tahu. Ada figur lagi yang bagus lagi," kata Erick Thohir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 14 November 2019.

    Menurut Erick, 142 perusahaan yang dimiliki negara perlu diisi oleh orang-orang yang berprestasi. Sebabnya dia meminta media tidak hanya fokus pada Ahok.

    "Jangan hanya fokus ke Pak Ahok. Ada dua wamen (wakil menteri), nanti komut-komut (komisaris utama) yang lain nanti akan kami kenalkan," ujarnya.

    Erick tidak menjawab apakah calon-calon pejabat BUMN ini berasal dari tokoh partai atau profesional. Ia hanya memastikan begitu bergabung dengan BUMN para tokoh ini tidak boleh menjadi pengurus partai politik.

    "Apakah komisaris dan direksi harus bebas. Kalau memang orang partai harus mengundurkan diri. Staf khusus BUMN (Arya Sinulingga) juga sudah melakukan itu," ucap Erick.

    Erick Thohir berujar dirinya akan menyeleksi tokoh-tokoh baru untuk mengisi jabatan di BUMN ini akan berlangsung hingga tahun depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.