Soal Jabatan di BUMN, Sandiaga Pernah Blak-blakan ke Erick Thohir

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Imam Sukamto

    Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha yang juga mantan calon wakil presiden RI, Sandiaga Uno sempat diiisukan akan menjabat menteri BUMN di cabinet periode kedua Presiden Joko Widodo. Namun isu itu ternyata dimentahkan setelah kabinet kedua Jokowi terbentuk dan Menteri BUMN dipegang Erick Thohir.

    Erick pun saat ini tengah berburu siapa saja mereka yang dinilai layak memimpin perusahaan perusahaan yang dibawahi Kementerian BUMN. Satu nama sudah mencuat yakni mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    Lantas, apakah Sandiaga juga berminat jika ditawari memimpin salah satu perusahaan BUMN?

    "Saya sudah bicara dan sampaikan ke Pak Erick (Thohir). Saya tidak ingin ada benturan kepentingan," kata Sandiaga di sela menghadiri acara seminar di Yogyakarta Kamis 14 November 2019.

    Sandiaga mengaku saat ini lebih memilih berfokus membina ekonomi dengan cara menguatkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Tanah Air. "Saya pilih fokus di sini (pembinaan UMKM). Fokus saya ke lapangan pekerjaan, membuka peluang usaha dalam ranah ekonomi melambat sekarang," ujarnya.

    Lebih jauh, Sandiaga mengaku bersemangat untuk bergerak di bidang pembinaan UMKM karena menurutnya harus ada gerakan secara nyata yang menjaga sektor itu tetap bertumbuh dan hidup.

    Pasalnya, menurut dia, jika tak ada gerakan langsung yang menyasar ke akar rumput untuk pemberdayaan di level bawah, maka akan sulit sekali bagi masyarakat bangkit di tengah era ekonomi yang menurutnya tengah melambat ini. “Makanya fokus saya di UMKM, di pemberdayaan masyarakat,” ujar Sandiaga.  

    Sandiaga menilai di saat ekonomi pertumbuhan sekarang melambat, para UMKM ini adalah pahlawan sesungguhnya. "Para UMKM yang membuka lapangan pekerjaan, peluang usaha, sehingga keinginan saya bisa memastikan hal itu bisa terjaga, itu harapan saya."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.