Kata Djarot Jika Ahok Pimpin BUMN: Dia Pekerja Keras yang Lurus

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertawa bersama dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) usai hadiri acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tertawa bersama dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) usai hadiri acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendatangi Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, hari ini. Dia mengaku diajak berbicara Menteri BUMN Erick Thohir mengenai masa depan perusahaan pelat merah.

    Mengomentari hal itu, Djarot Saiful Hidayat menyambut baik apabila Ahok yang pernah menjadi rekan kerjanya di pemerintahan provinsi DKI Jakarta ditugaskan memimpin salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

    “Saya belum ketemu sama Ahok ya, saya baru dengar. Tapi kalau seumpama dia diminta untuk mengurus BUMN, ya menurut saya bagus, dia profesional. Dia memang kader partai tapi dia sangat profesional, dia detail, dan dia seorang pekerja keras yang lurus dan sangat kreatif,” kata Djarot di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 13 November 2019.

    Meski mendukung, Djarot menjelaskan ada beberapa perusahaan yang tidak bisa ditangani Ahok. “Kalau dia di perbankan, saya pikir tidak cocok. Bukan passion-nya,” jelas Djarot.

    Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Rabu pagi Ahok datang ke Kementerian BUMN untuk bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

    Menurut Arya mereka berbicara banyak mengenai BUMN dan harapan dari pihak kementerian agar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut bisa bergabung di salah satu entitas pelat merah.

     “Kami memang mengharapkan Pak Ahok bersedia bergabung untuk memperkuat salah satu BUMN,” ujar Arya di kompleks Kementerian BUMN.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.