PT Dirgantara Indonesia Serahkan 1 Pesawat NC 212i ke Thailand

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan produksi NC212i untuk Ministry of Agriculture (MOAC) Thailand di Hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Rabu, 9 Januari 2019. Dari jumlah tersebut, 48 unit sudah diekspor ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Turki dan Uni Emirat Arab. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Pekerja menyelesaikan produksi NC212i untuk Ministry of Agriculture (MOAC) Thailand di Hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Rabu, 9 Januari 2019. Dari jumlah tersebut, 48 unit sudah diekspor ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Turki dan Uni Emirat Arab. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Bandung - Sebuah pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia atau PTDI, NC 212i, dengan nomor registrasi AX-2125 pada hari ini secara resmi diserahkan kepada Ministry of Agriculture and Cooperatives Thailand. Pesawat itu sebelumnya mendarat di Air Base Nakhon Sawan dan disambut oleh Duta Besar RI untuk Thailand, Ahmad Rusdi dan Tim dari KBRI Bangkok dan tim PTDI serta tim dari Thailand.

    Serah terima pesawat dengan berat sekitar 7 ton dilakukan oleh perwakilan PTDI yang juga Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Manajemen Program Iwan Krisnanto. Pihak Thailand diwakili oleh Direktur Jenderal pada Department of the Rain-Making and Agricultural Aviation, Ministry of Agriculture and Cooperatives (MOAC) Thailand Surasri Kidtimonton.

    Dalam kesempatan itu, Duta Besar Indonesia untuk Thailand Ahmad Rusdi menyampaikan rasa bangganya karena pesawat yang diproduksi anak bangsa mendapatkan penerimaan yang baik dari pihak Thailand. “Serah terima pesawat PTDI kepada pihak Thailand ini terasa spesial karena bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan," katanya, Selasa, 12 November 2019.

    Ahmad menjelaskan, di masa mendatang Thailand masih berencana untuk memesan lagi pesawat sejenis dari PTDI. Melihat antusiasime tersebut, dia yakin peluang Indonesia sangat besar untuk berekspansi di sektor industri strategis di Thailand. Untuk itu, diharapkan dukungan dari pemerintah pusat makin besar agar upaya ekspansi perusahaan atau BUMN ke Thailand terus meningkat.

    Sebelumnya, pada 24 Oktober 2019 pesawat buatan PTDI NC 212i, dengan Nomor Registrasi AX-2124 juga telah mendarat dengan selamat di Air Base Nakhon Sawan, Thailand. Berdasarkan keterangan dari tim teknisi PTDI, sebelum diserahterimakan kepada pihak Thailand, pesawat tersebut telah melalui uji coba dengan jam terbang tidak kurang dari 20 jam.

    Dalam kesempatan tersebut Koordinator Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Bangkok Lingga Setiawan menekankan bahwa KBRI Bangkok selalu mendukung upaya-upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor melalui penguatan kerja sama di sektor industri strategis. 

    Indonesia dan Thailand dalam pertemuan-pertemuan resmi telah sampai pada kesepakatan untuk mendorong peningkatan kerja sama dalam sektor industri strategis. "Untuk itu, produk-produk yang dihasikan oleh BUMN di Indonesia, seperti PT DI, PT INKA, PT PAL, dan PT PINDAD kiranya perlu terus didukung pemasarannya di luar negeri," kata Lingga. 

    KBRI Bangkok mencatat, antara tahun 1978 hingga 2016, Thailand telah membeli 8 (delapan) Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) yakni 5 (lima) unit NC212 untuk keperluan pertanian (Department of Royal Rainmaking), dan 2 (dua) unit CN235-200 serta 1 (satu) unit CN235-200M (Royal Thai Police) untuk alat transportasi militer. Dengan bertambahnya dua pesawat di tahun 2019 ini genap 10 pesawat buatan PTDI dibeli oleh Thailand.

    Pesawat NC212i merupakan pesawat multiguna generasi terbaru dari NC212 dengan kapasitas 28 penumpang, memiliki ramp door, kabin yang cukup luas di kelasnya, dengan sistem navigasi dan komunikasi yang lebih modern. PTDI telah berhasil memproduksi pesawat NC212 sebanyak 115 unit untuk dalam negeri maupun luar negeri, dari total sebanyak 586 unit populasi pesawat NC212 series di dunia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.