CPNS 2019, Menpan RB: Mohon Maaf Tidak Terima Tenaga Administrasi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    Penjelasan tentang persyaratan minimal pendidikan bagi pelamar CPNS dalam jabatan Dokter, Dokter gigi, Dokter pendididkan klinis, Dosen, Peneliti, dan Perekayasa.

    TEMPO.CO, Batam - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menegaskan pemerintah tidak membuka formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tenaga administrasi pada 2019.

    "Mohon maaf, tidak menerima tenaga administrasi," katanya di Batam, Kepulauan Riau, Kamis, 7 November 2019.

    Ia mengatakan saat ini pemerintah sudah mempekerjakan 1,6 juta tenaga administrasi. Karena itu, pemerintah tidak membutuhkan tambahan lagi.

    Formasi CPNS yang dibuka saat ini lebih untuk tenaga profesional, khususnya untuk kesehatan dan pendidikan. "Ada yang minta tenaga teknologi informasi dan sebagainya," kata dia.

    Ia mengatakan proses pembukaan CPNS saat ini sudah berjalan dan diumumkan pemerintah.

    Sementara itu, pemerintah pusat memutuskan kuota penambahan PNS di lingkungan Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau pada 2020 sebanyak 140 formasi.

    Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefriden mengatakan dari 1.980 pengajuan PNS baru, yang disetujui hanya 140 CPNS.

    Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 668 tahun 2019 tentang kebutuhan PNS di lingkungan Pemkot Batam.

    Dari 140 kuota CPNS Pemkot Batam 2020, sebanyak 71 formasi untuk tenaga pendidikan, 42 formasi tenaga kesehatan dan 27 tenaga teknis.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.