Sri Mulyani: Anak-anak Lebih Minat Jadi Youtuber Daripada Menkeu

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menjadi guru selama sehari di SD Kenari I, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin 4 November 2019. Saat mengisi kelas, Sri Mulyani menyampaikan materi soal keberagaman, pengenalan Indonesia dan pengelolaan keuangan negara. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menjadi guru selama sehari di SD Kenari I, Kwitang, Jakarta Pusat, Senin 4 November 2019. Saat mengisi kelas, Sri Mulyani menyampaikan materi soal keberagaman, pengenalan Indonesia dan pengelolaan keuangan negara. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hari ini menjadi guru relawan yang mengajar di Sekolah Dasar (SD) Kenari I, Kwitang, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memberikan materi terkait keberagaman, negara Indonesia hingga pengelolaan keuangan negara.

    Saat menyampaikan materi terkait pengelolaan keuangan negara, Sri Mulyani sempat melontarkan pertanyaan kepada siswa-siswi mengenai minat mereka menjadi Direktur Jenderal Pajak ataupun Menteri Keuangan. Menurut dia, kebanyakan siswa-siswi tersebut ternyata tak berminat.

    "Ditanya mau jadi Dirjen Pajak, mau jadi Menteri Kuangan? Enggak mau mereka, mereka maunya jadi Youtuber, jadi atlet internasional, jadi pilot jadi pengusaha sukses," kata Sri Mulyani di Jakarta Pusat, Senin 4 November 2019.

    Adapun, kedatangan Sri Mulyani untuk menjadi guru selama sehari merupakan bagian dari rangkaian acara "Peringatan Hari Oeang 2019" yang digelar Kementerian Keuangan. Dalam acara ini, Kementerian mengajak para pegawainya untuk menjadi relawan mengajar bagi anak-anak sekolah.

    Kegiatan relawan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Keuangan ini digelar secara serentak di Indonesia. Acara ini digelar di 27 provinsi dengan melibatkan 3.700 relawan pegawai Kementerian Keuangan. Acara ini diklaim tak menggunakan dana APBN namun menggunakan dana pihak yang menjadi relawan.

    Sri Mulyani menilai anak-anak sekolah dasar tersebut ternyata mengetahui tentang pengelolaan keuangan negara. Salah satunya terkait penerimaan pajak. Menurut Sri Mulyani hal itu tampak saat anak-anak melakukan role playing atau permainan peran untuk mengelola keuangan negara.

    "Yang paling mengesankan buat saya adalah mereka tahu. Waktu saya tanya, apakah kita mengumpulkan penerimaan dari pajak itu penting atau tidak penting" tutur Sri Mulyani.

    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berujar, lewat permainan peran tersebut terlihat ada diskusi yang menarik terkait perlunya membayar pajak. Terdapat anak yang mengatakan tidak perlu membayar pajak, namun ternyata lebih banyak yang mengatakan perlu membayar pajak.

    "Saya tanya kenapa kok kalian harus bayar? Ya, untuk kepentingan bersama, itu solidaritas yang luar biasa, keluar spontan dari mereka. Menurut saya, ini adalah satu pesan luar biasa," ujar Sri Mulyani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.