Qantas Temukan Retakan pada Boeing 737, Pesawat Dikandangkan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerbangan komersial tanpa jeda pertama dari New York menuju Sydney, akhirnya mendarat di Sydney, setelah menempuh perjalanan selama 19 jam 16 menit. Foto: Qantas

    Penerbangan komersial tanpa jeda pertama dari New York menuju Sydney, akhirnya mendarat di Sydney, setelah menempuh perjalanan selama 19 jam 16 menit. Foto: Qantas

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan asal Australia, Qantas, menyatakan mengkandangkan salah satu pesawat Boeing tipe 737 NG yang dioperasikannya setelah menemukan retakan pada satu bagian.

    Qantas juga menuturkan bahwa sejumlah maskapai penerbangan tengah memeriksakan armada 737 NG mereka setelah Boeing mengungkapkan kemungkinan rawan keretakan pada area di dekat sayap pesawat jenis ini.

    Kantor berita AFP melaporkan terdapat hingga 50 pesawat yang secara global telah dilarang terbang karena permasalahan ini. “Meski ada retakan, ini tidak secara langsung membahayakan keselamatan pesawat. (Namun) Kami tidak akan pernah mengoperasikan pesawat terbang kecuali jika benar-benar aman untuk diterbangkan,” ujar Qantas seperti dilansir melalui BBC, Jumat 1 November 2019.

    Menurut Boeing, retakan tersebut telah ditemukan di bagian pickle fork pesawat dekat area sayap. Bulan lalu, pihak regulator AS memerintahkan pemeriksaan terhadap seluruh pesawat 737 NG yang telah melakukan lebih dari 30.000 penerbangan.

    Pihak Qantas sendiri mengatakan tidak ada armada 737 NG-nya yang diterbangkan lebih dari 30.000 kali. Sementara itu, pesawatnya yang mengalami keretakan itu mencatat kurang dari 27.000 perjalanan.

    Masalah ini menambah tekanan bertubi-tubi yang dialami Boeing. Pabrikan pesawat yang berbasis di Amerika Serikat terpaksa mengkandangkan 737 MAX produksinya karena otoritas penerbangan negara-negara di penjuru dunia melarang penerbangan pesawat jet jenis ini

    Larangan secara serentak diberlakukan setelah pesawat Boeing 737 MAX yang dioperasikan Ethiopian Airlines menghantam daratan beberapa menit tak lama usai lepas landas pada Maret 2019.

    Hanya berselang kurang dari lima bulan sebelumnya, pesawat bermodel sama milik Lion Air terjun bebas ke dinginnya perairan Laut Jawa. Total 346 nyawa melayang akibat dua kecelakaan tragis ini.

    Pesawat Boeing jenis 737 NG sendiri adalah pendahulu dari 737 MAX. Qantas mengatakan akan memeriksakan 33 pesawat dalam armadanya untuk masalah yang sama pada Jumat, 1 November 2019.

    Pihak maskapai tidak menanggapi laporan ditemukannya retakan pada pesawat kedua. Sementara itu, serikat penerbangan Australian Licensed Aircraft Engineers menyerukan Qantas untuk mengkandangkan seluruh armada 737 NG.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.