GM Hengkang dari RI, Kemenperin: Kurang Mampu Jual Produk

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan Chevrolet New Trailblazer di Jakarta, 23 Februari 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Tampilan Chevrolet New Trailblazer di Jakarta, 23 Februari 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian atau Kemenperin angkat bicara soal PT General Motors Indonesia selaku agen pemegang merek Chevrolet yang berencana berhenti berjualan di Indonesia pada tahun depan. Sebelumnya General Motors menyampaikan alasannya adalah murni karena bisnis. 

    “Pertama sekali bahwa dia kan kurang mampu menjual produknya, jadi segmen pasarnya tidak cukup untuk menjalankan bisnis di Indonesia,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika, Selasa, 29 Oktober 2019.

    Putu menjelaskan, tenaga kerja yang berkaitan dengan berhentinya layanan penjualan Chevrolet di Indonesia saat ini sebanyak 20 orang. Nantinya sebagian dari tenaga kerja itu masih akan dipekerjakan ketika penjualan mobil asal Amerika Serikat tersebut dihentikan.

    “Masih ada beberapa yang bekerja, karena mereka berkomitmen untuk memberikan layanan purna jual Chevrolet, makanya ada sebagian yang bekerja,” ucap Putu.

    Lebih jauh Putu menilai, berhentinya penjualan mobil Chevrolet di Indonesia tidak berdampak signifikan terhadap industri otomotif di dalam negeri karena alasan perusahaan murni adalah bisnis. “Untuk berbisnis di Indonesia memang ada skala yang perlu dicapai. Kalau skalanya tidak sampai, ya tidak bisa tercukupi."

    Sebelumnya, kata Putu, General Motors juga sempat mengapresiasi Pemerintah Indonesia terkait kebijakan yang dikeluarkan untuk mengembangkan industri otomotif nasional. Khususnya terkait Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

    "Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 tengang Barang Kena Pajak yang tergolong Kendaraan Bermotor yang Dikenak Pajak Penjualan Barang Mewah,” ucap Putu.

    President GM Asia Tenggara Hector Villarreal sebelumnya mengumumkan akan menghentikan aktivitas penjualan kendaraan dengan merek Chevrolet di pasar Indonesia pada akhir Maret 2020. Keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian pertimbangan yang menyeluruh dari berbagai rencana bisnis yang memungkinkan bagi GM Indonesia di masa mendatang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.