Citibank Prediksi Penyaluran Kredit Tumbuh di Bawah 8 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi memberikan sambutan dalam acara Penandatanganan Perjanjian antara KPEI dan Citibank terkait layanan penyelesaian transaksi bursa, di Gedung BEI, Jakarta Selatan, 30 Agustus 2017. Tempo/Alfan Hilmi.

    CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi memberikan sambutan dalam acara Penandatanganan Perjanjian antara KPEI dan Citibank terkait layanan penyelesaian transaksi bursa, di Gedung BEI, Jakarta Selatan, 30 Agustus 2017. Tempo/Alfan Hilmi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyaluran kredit Citibank N.A. Indonesia hingga kuartal III/2019 tercatat melambat. Chief Executive Officer (CEO) Citibank Indonesia Batara Sianturi perlambatan kredit terjadi karena adanya penjadwalan ulang kredit oleh sejumlah debitur.

    “Banyak sekali transaksi yang sebetulnya dijadwalkan dibook di kuartal III/2019 kelihatannya akan dialihkan ke 2020,” ujar Batara di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin 28 Oktober 2019.

    Menurut Batara, perlambatan penyaluran kredit Citibank terjadi karena adanya pengaruh tahun politik terhadap keputusan para debitur. Selain itu, debitur juga dianggap mencari waktu terbaik mengambil kredit di tengah tren penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

    Sebagai catatan, sejak Juli BI telah menurunkan suku bunga acuan hingga total 100 basis poin (bps) menjadi 5 persen. Batara menyebut Citibank akan mempertimbangkan sejumlah hal sebelum menurunkan suku bunga kredit pasca kebijakan BI tersebut.

    “Kalau kita lihat tergantung segmennya, di segmen institusional lebih cepat. Kalau di segmen [kredit] untuk ritel mungkin akan dilihat lagi timingnya kapan,” ujarnya.

    Akibat perlambatan kredit yang terjadi, Citibank lantas pesimistis bisa mencapai target penyaluran pembiayaan hingga akhir tahun. Batara menyebut penyaluran kredit diprediksi hanya tumbuh di bawah 8 persen pada penghujung 2019. 

    “Kami lihat ada perlambatan karena kan tahun lalu pertumbuhan (kredit) Citibank double digit di atas 20 persen dan kebanyakan itu dibukukan di kuartal IV tahun lalu. Jadi basednya sendiri sudah tinggi sekali. Jadi kami lihat timing daripada beberapa transaksi kredit itu dimundurkan ke 2020,” ujarnya.
     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.